Kolom Ganggas Yusmoro: KONTRADIKTIF AGAMA DALAM POLITIK

1
369

Kadang-kadang memang gak habis pikir. Gak percaya ketika selama ini ada sosok manusia yang berpenampilan lembut, santun dan gamis tiba-tiba harus berurusan dengan Polisi karena tersangkut soal moral. Soal akhlak. Soal perilaku dan soal peradaban.

Deretan panjang mulai Luthfi Hasan ishak, Akhil Mukhtar, Patrialis Akbar, SDA dan yang terakhir gubernur Zombi Zola membuat semua makin membelalakkan mata bahwa orang berpenampilan gamis, sopan dan santun belum tentu adalah manusia berhati seputih kapas.




Tentu semua masih jelas dalam ingatan bagaimana seorang Ketua Partai Sapi selalu dan selalu berbicara dari sudut agama bahwa partainya adalah partai yang paling baik, yang paling joss kronyoss. Seorang Patrialis juga demikian.

Paling dahsyat adalah, ketika Zombi Zola begitu atraktif dan bergelora penuh semangat ikut gembar gembor dalam sebuah aksi “menghabisi Ahok”. Dengan berapi-api si Zombi meneriakkan “Bela Agama. Bela agama! Sang penista Agama harus dipenjara!”

Maling adalah sebuah perbuatan mengambil hak orang lain. Apakah juga termasuk koruptor? Ya jelasss..

Ketika semua personalan di negeri ini ditimpakan pada seorang Jokowi, dan kasus Asmat diblow up sedemikian rupa, ketika seorang Jokowi berusaha membangun infrastruktur agar transportasi sembako dan lain-lain bisa lancar, tiba tiba juga Ketua PAN seakan membela kelakuan Maling Zombi tersebut.

Coba kalau saja uang yang bertumpuk-tumpuk itu tidak ketahuan, tentu siapapun akan mengira si Zombi manusia setengah malaikat.

Ketika seorang presiden sudah bekerja keras memperbaiki dan menata kembali Indonesia, tiba-tiba juga ada intelektual muda yang bebal melakukan dan mempermalukan presiden pilihan rakyat. Apalagi dikabarkan bahwa Ketua BEM UI berafiliasi dengan PKS, semua menjadi jelas bahwa etika peradaban dari orang yang mengaku beragama patut dipertanyakan ketika agama sudah masuk ke ranah politik.

Kontradiksi agama dalam berpolitik akan selalu ada. Kekuasaan akan memakai cara apa saja. Ketika berseberangan. Orang-orang baik seperti Ahok dan Jokowi akan tetap dicari jalannya untuk dihabisi!

Meski memakai agama ….








1 COMMENT

Leave a Reply