JEBTA B. SITEPU. TOBASA – Hampir semua suku di dunia ini punya tradisi ziarah. Tidak terkecuali untuk suku Batak (Toba, Humbang, Samosir dan Silindung). Bedanya dalam tradisi Batak, ziarah bersifat insidentil yang tidak tergantung pada penanggalan. Misalnya ziarah kepada lelulur ketika akan merantau ke negeri orang, menikah, memiliki anak atau termasuk akan berjuang dalam kontestasi politik.

Lebih daripada itu, sering kali ketika seseorang mendapatkan musibah berkali-kali dirinya akan pergi ziarah karena dianggap sudah lupa akan leluhur. Tak terkecuali bagi seorang Sihar Sitorus (Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara) yang akan maju di Pilgubsu 2018.




Sihar Sitorus bersama keluarga besarnya mendatangi makam ayahnya (alm) DL Sitorus di Desa Parsambilan (Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir). Ihwal Sihar Sitorus mendatangi makam ayahnya karena mengingat pesan-pesan (alm) DL Sitorus semasa hidupnya bahwa kita tidak boleh menyusahkan orang lain.

“Semasa hidup, bapak selalu berpesan dalam hidup ini agar kita tidak boleh menyusahkan orang lain. Sebisa mungkin kita harus membantu orang lain yang kesusahan. Itu pesan bapak yang saya pegang teguh hingga hari ini,” ucap Sihar Sitorus kala memberi kata sambutan di tengah keluarga besarnya.

Selain keluarga besarnya, Sihar Sitorus juga mengajak Djarot Saiful Hidayat yang merupakan calon gubernur pasangannya maju di Pilgubsu 2018 ini.

Di waktu bersamaan, kala memberi kata sambutan Djarot mengungkapkan dirinya banyak mendengar kedermawanan (alm) DL Sitorus.

“Saya mendengar banyak cerita tentang pak DL Sitorus, kedermawanan DL Sitorus juga mengalir di dalam diri Pak Sihar,” tutup Djarot.








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.