Setelah berjalannya waktu, setelah 3 bulan lebih Anies – Sandi memimpin DKI Jakarta, yang semua juga tahu bahwa kemenangan Anies didapat dengan sangat SARA, semua bisa melihat dan merasakan bahwa Tuhan seakan menunjukkan kuasaNya, agar manusia bisa menilai dan membedakan mana yang merusak mana yang ingin membangun negeri ini.

Sebagai seorang pemimpin, janji memang penting. Namun, lebih penting lagi adalah skala prioritas. Seperti halnya pengantin baru, boleh janji bulan madu ke Eropa atau ke Amerika, namun ketika belum punya rumah, kan lebih baik uangnya dibelikan rumah.




Ketika Anies-Sandi terpilih, apakah mereka berdua ini mempunyai skala prioritas? Di sinilah bedanya antara Anies, Ahok dan Pak Jokowi. Saat itu, meski awal-awal kepemimpinan Pak Jokowi-Ahok, sempat banjir, namun upaya sejak awal skala prioritas Pak Jokowi-Ahok adalah menangani banjir, kemacetan dan membenahi tata kota.

Pak Jokowi saat itu selalu dan selalu keliling dari kampung ke kampung membenahi kinerja aparat kelurahan. Pak Ahok membenahi kinerja PNS DKI agar tidak malas, tidak seenaknya sendiri dan tidak melakukan Pungli.

Apakah Anies – Sandi pernah melakukan seperti yang dilakukan oleh Pak Jokowi-Ahok? Tidak Pernah! Yang ada justru Jakarta dibuat makin semerawut. PNS dibiarkan seenaknya sendiri tidak pernah dipantau. Jakarta yang  menjadi langganan banjir tidak pernah diantisipasi. Jakarta yang sudah macet makin dibuat ruwet dengan didatangkannya becak.

Siapapun tentu kepingin sebuah masakan yang nikmat dan lezat, tidak perduli chief atau tukang masaknya suku, ras dan agamanya apa.

Ketika sebagian golongan hanya melihat dari sudut pandangnya sendiri, tapi semua juga tahu kemenangan Anies – Sandi karena sentimen rasis, namun setelah 3 bulan lebih apa yang dilakukan? Jakarta dirusak. Team TUGP yang digaji ugal-ugalan, yang konon katanya Pemerintah DKI harus membayar Rp. 80 Milyar, apakah itu mau membangun? Apakah itu mau memperbaiki DKI Jakarta jika faktanya seperti yang dilihat?

Negeri ini sudah terbelah menjadi dua golongan. Yang satu ingin memperbaiki negeri ini, yang satu ingin merusaknya agar bisa merampok kembali.

Celakanya, memakai Topeng Agama!








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.