Kolom Boen Safi’i: 72 BIDADARI

0
418

Hancurnya agamamu bukan karena hinaan dari orang yang berada di luar agamamu. Hancurnya agamamu dikarenakan perilakumu yang melenceng jauh dari ajaran kesucian agama. Ya, nukilan kata-kata dari sang budayawan, maestro kata-kata romantis sekaligus kyai keren Gus Mus yang juga sohib kental Al Magfurllah Gus Dur ini sangat mengena di hati kita.

Bagaimana mungkin kesucian agama Islam (kedamaian) diartikan hanya untuk mesum dan kebrutalan belaka. He cyyynnn, ye ikut Islam itu untuk merubah karaktermu yang keras, kasar, pemarah dan gak enak dilihat itu menjadi karakter yang humanis, pemaaf, penyabar dan penuh aura positif. Bukan malah menjadi brutal..




Agama mana yang mengajarkan kekerasan? Agama mana yang mengajarkan kebrutalan? Agama mana? Rosululloh Saw itu diikuti jutaan manusia bukan karena beliau itu ahli sholat, bukan pula karena beliau itu ahli puasa. Beliau diikuti berjuta-juta manusia oleh karena sikap welas asihnya dan akhlak yang sangat mulia..

Untung dulu ada Wali Songo. Lah, kalau yang menyebarkan Islam kayak dapuramu niscaya gerombolanmu sudah habis dimakan sekte bairawa yang ada di Tanah Jawa. Sekali ente bilang kapir ke penduduk Nusantara, maka habislah sudah riwayat gerombolanmu. Ya, kurang lebih seperti si Tungku Zulkarnaen yang dibawain mandau kemarin.

Gak berhenti di situ, kontroversi ngustad vekok kebanggaan geng fifis unta 212 ini ngoceh di tweeter bahwa nanti di surga akan dilayani bidadari dengan berbagai variasi. What variasi? Itu bidadari opo Miyabi, bray? Wah, jangan-jangan Miyabi yang nyaru jadi bidadari, ya? Ya ALLOH Gusti, kadal Mesir ini dulu bawaannya siapa, to? Ko bisa-bisanya jadi anggota MUI?

Walhasil doktrin ngesex dengan bidadari ini menghasilkan umat kentir yang bersedia menjadi mujahid yang, sayangnya, hanya mati sangit. Kebrutalan ISIS adalah contoh nyata, atau yang terbaru, pelaku penyerangan gereja juga mengakui ingin menikah dengan bidadari. Lah, gimana mau nikahin bidadari kalau ke mana-mana bawaannya pedang. Apa gak kabur nantinya si bidadari?

Bidadari itu nyata di dunia; ibu, istri dan anak anakmulah sebenar-benarnya bidadari yang tak bersayap itu. Orang yang waras pasti akan mengharap bahwa kelak akan berkumpul di akhirat dengan bidadari-bidadarinya yang pernah mengisi kehidupannya di dunia. Bukan malah ingin selingkuh dengan bidadari yang tak pernah kita kenal dan tak pernah kita cintai.

“Pakne, ngomong bidadari lagi, ya?”

Ora ko bune, cuma nulis bahwa kamu lah bidadariku.

“Hmm awas yo pakne, kalau kamu ingin masuk surga hanya gara-gara ingin bercinta dengan bidadari, tak doain biar kita gak masuk surga sekalian”.

Ora, ora bune, swer bidadariku hanya kamu. Kopiku wes dicampur fifis unta to bune?

“Uwes pakne, malah micine tak banyakin lho”..

Waduh, bojoku galak tapi senajan galak bojoku seng ayu dewe.

Salam Jemblem.








Leave a Reply