Kekhawatiran kembalinya PKI atau komunisme pada umumnya masih sangat menghantui banyak jiwa manusia Indonesia. Akan tetapi, di luar negeri, terutama di negeri-negeri maju, hantu komunisme bisa dikatakan sudah gak mau muncul lagi. Hantunya seakan ikut mati ditelan abad keterbukaan, abad ilmu pengetahuan.

Abad keterbukaan di sini tentu tidak lepas dari peningkatan pengetahuan dan kesedaran rakyat atas perubahan dan perkembangan dunia. Karena abad keterbukaan adalah abad ilmu pengetahuan yang tidak terbatas jangkauannya artinya pengetahuan itu bisa tersebar ke mana saja serta bisa dibaca dan dikuasai oleh siapa saja. Di tingkat pengetahuannya yang setinggi apapun.




Tetapi, dari kenyataan yang kita saksikan, tetap saja di kalangan rakyat Indonesia (pasti jugalah negeri-negeri berkembang lainnya), peredaran dan perluasan pengetahuan itu masih jauh dari cukup (lambat) terutama pengetahuan soal komunisme. Sehingga belum bisa mengubah pandangan orang banyak terhadap komunisme dan dengan sendirinya juga PKI.

Kalau pengetahuan soal komunisme itu satu waktu sudah merata di kalangan rakyat banyak, tentu pada akhirnya ketakutan terhadap komunisme itu hanya akan jadi bahan tertawaan atau semata-mata adalah pertunjukan ‘ignorant’ yang tidak terampuni. Atinya, ketakutan terhadap acaman bangkitnya komunisme atau PKI adalah terlalu sangat jauh tertinggal dalam soal dunia dan perkembangannya.

Dari segi lain dan juga penting ialah bahwa, dalam usaha deep state mencapai NWO taktik divide and conquer, masih akan terus dipakai terutama di kalangan penduduk yang masih jauh dari ilmu pengetahuan. Mereka memanfaatkan ‘penduduk terabaikan’ itu dengan memakai alat ‘komunis/ komunisme’. Membangun kecurigaan seperti ini dalam praktek masih sangat besar gempurannya, walaupun sudah pasti tidak lagi sedahsyat yang terjadi di tahun 1965, saat orang-orang yang tak berpengetahuan tadi disuruh membantai 3 juta orang lain.

Manusia atau grup manusia yang dibantai itu juga tidak cukup pengetahuannya tentang komunisme itu sendiri, walaupun mereka orang komunis atau orang PKI, apalagi yang hanya dituduh atau dicap PKI atau dicap komunis.

Orang-orang komunis yang dibantai ini punya pengetahuan komunisme adalah yang sengaja diajarkan salah dan sepenuhnya menyimpang dari pengetahuan sebenarnya tentang komunisme. Yang diajarkan ialah bahwa komunisme adalah perjuangan kaum tertindas untuk keadilan, untuk menutupi tujuan sebenarnya ialah mempertahankan ketidakadilan yang diperjuangkan oleh deep state bankir/ rentenir internasional memperkaya diri dan demi NWO.




Kelompok inilah yang menciptakan dan ‘menemukan’ Marx untuk mengolah ajaran komunisme dimana pada mulanya bermaksud mengambil alih gerakan sosialisme lama si Slavia Bakunin dan teman-teman seideologi dengannya.

Belakangan dalam era keterbukaan informasi yang bebas ini, informasi untuk semua dan informasi dari semua, sudah timbul pertanyaan siapakah sebenarnya di belakang Manifest Partai Komunis yang ditulis oleh Marx 1948.

Keraguan dan pertanyaan ini muncul sebagai akibat atau hasil dari banyak pembelajaran dan penyelidikan mendasar tentang komunisme dan gerakan komunisme yang dimunculkan (saya tekankan istilah ‘dimunculkan’) pada abad 19, seperti Marx dengan marxismenya. Gerakan sosialisme abad 18 walaupun awalnya dalam bentuk anarkisme sudah duluan muncul seiring dengan gerakan kaum buruh industri di Eropah. Gerakan sosialis ini semakin besar dan satu-satunya ketika itu yang mungkin berkembang dan bertahan kuat menantang kekuasaan besar kapital pada zaman itu. Tetapi, ada golongan atau kelompok tertentu yang merasa sangat ngeri dan ketakutan dengan munculnya gerakan sosialis di kalangan kaum buruh itu, seperti gerakan sosialis yang disemarakkan oleh Bakunin di kalangan penduduk Slavia seluruh Eropah.




Untuk memecah belah dan mengambil alih peranan gerakan besar sosialis ini, dibentuk gerakan komunisme.

Untuk apa? Apakah tujuannya berlainan dengan tujuan gerakan sosialis orang Slavia Bakunin itu? Jawaban yang tepat dan ilmiah soal ini adalah kunci hilangnya momok komunisme dari Bumi Indonesia, dan yang sudah lama hilang dari bumi negeri maju Eropah Barat.

Kita akan lanjutkan gerakan pencerahan ini dengan mengikuti dan mempelajari karya ahli-ahli dunia internasional, juga mengikuti kelompok duit deep state neolib internasional. Kelompok duit ini jugalah pada abad 19 yang menemukan Marx dan memprakarsai komunisme seluruh dunia termasuk Indonesia. Kelompok ini juga yang bikin teror 1965, bikin Freeport Papua mengeruk Triliunan Dolar selama setengah abad, teror Thamrin, Saracen, 411, juga 212, dll.

Sebagai pembukaan ke arah pencerahan total ini, bisa dibaca pengetahuan penting soal duit dan perang di artikel “All wars are Bankers’ wars!” di SINI.

VIDEO: Di video ini kita lihat ditampilkan sekaligus penari berpakaian Suku Karo dari Dataran Tinggi Karo (Karo Gugung), Suku Karo dari Karo Hilir (Karo Jahe), dan Suku Jawa yang ketiganya bisa kita temukan di desa-desa Langkat Hulu yang merupakan bagian Karo Hilir.










1 COMMENT

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.