Kaum fifis unta 212 sekarang bukan lagi merambah politik saja, melainkan sudah merambah urusan olahraga. Beginilah kalau sepakbola dikait-kaitkan dengan agama, akhirnya kentirisasi pun melanda. Adakah korelasi prestasi dengan pimpinan yang taat dengan agama?

Bisa iya bisa tidak, bray. Bisa iya jika pimpinan itu benar-benar bersikap jujur, fair play dan bergerak nyata mengembangkan prestasi olahraga bukan hanya retorika semata. Sebagai cerminan dari ketaatannya dalam beragama.




Bisa juga tidak, karena kalaupun ini dikaitkan dengan pimpinan yang taat agama. Berarti Saudi, Iran, Qatar dan negara-negara di Jazirah Arab sana punya peluang besar, dong, untuk menjadi juara Piala Dunia. Faktanya, mereka hanya juara dalam ekspor impor fifis unta saja.

Nyatanya pula, negara-negara tapir seperti Brasil, Jerman, Spanyol ataupun Argentina masih mendominasi kuat pada pagelaran ini. Prestasi datang bukan hanya lewat doa, Cyyynnn. Prestasi datang karena adanya struktur yang jelas dalam pembinaan yang berjenjang. Bukan juga karena fifis unta.

Baru juara tingkat nasional saja, kata-katanya udah kayak juara Piala Dunia. Apalagi Si Gabener juga pengen nerima mendali tapi sayang dicegat Paspampres di sana. Ngisin- ngisini, gaji pemain tidak, bangun stadion sekelas Old Traford pun cuma omongan belaka. Eh, lhadalah ujug-ujug pengen naik podium. Ngantum waras?

Pernah tau, walikota Madrid ikut nimbrung di seremoni penerimaan medali juara Champions League? Pernah denger kemenangan Barcelona di kait-kaitkan dengan agamanya? Atau, pernahkah anda tau si Abramovich ngomong bahwa kemenangan Chelsea adalah kemenangan bangsa Yahudi?

Kalau anda pernah tau dan pernah mendengar pemilik klub-klub besar Eropa mengkait-kaitkan kemenangan timnya dengan agama, maka silahkan diminum lagi fifis untanya, ya.

Salam Jemblem.








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.