Berkaitan dengan soal keaslian ataupun sah atau tidaknya ijazah atau pendukung lainnya tentang latar belakang pendidikan calon kepala daerah baik Bupati/Walikota ataupun Gubernur yang belakangan ramai diperbincangkan (bahkan salah satu Calon Gubernur Sumut dinyatakan gagal maju Pilkada oleh KPU), menurut saya ini satu hal yang sangat positif dipermasalahkan.

Dalam tulisan ini saya tidak akan melanjutkan soal membahas orangnya, tetapi kepada soal syarat surat-surat pendukung latar belakang pendidikan yang dilampirkan itu benar dan sah.




Menurut saya, ini satu cara jitu (jika benar dilakukan) untuk mengurangi jumlah penjahat (selanjunya dibaca bandit, preman, mafia) masuk ke politik dan pemerintahan. Kita ketahui, negeri ini lama sudah dikuasai preman. Walau mungkin kita menampik hal itu, tetapi sudah menjadi rahasia umum banyak daerah di Indonesia ini jika yang pimpin bukan orang militer, pasti sipil dari kalangan bandit. Sehingga kemudian menumbuhkan sikap masyarakat yang apatis, pesimis dan antipati terhadap kalangan sipil menjadi pemimpin.

“Kurang tegas. Kurang disiplin, pasti KKN, bla… bla… bla…”

Ya jelas tidak tegas dan tidak disiplin dan KKN. Orang penjahat!

Jadi, walau pun pastinya ada sedikit banyak unsur politik yang bermain, mempertanyakan soal riwayat pendidikan seorang calon pemimpin itu sangat positif bahkan “penting!” agar ke depannya para calon kepala daerah juga Caleg yang mau bertarung di Pemilu mempersiapkan diri.

Kisah perjuangan mendapatkan ijazah untuk jadi pemimpin ini mengingatkan saya pada satu film Jepang (saya lupa judulnya) yang dulu sangat saya sukai. Film yang menceritakan seorang anggota Yakuza muda yang sangat setia, sehingga disukai oleh ketuanya. Ketua kelompok Yakuza ingin anak muda itu suatu saat menggantikannya, namun, sadar dunia terus berkembang, demikian juga dunia hitam, maka sang ketua mengirim anak muda itu ke sekolah untuk belajar.

Singkat cerita, setelah anak muda itu lulus sekolah (SMU), ternyata perkembangan dunia tak seperti yang dibayangkan, jauh lebih cepat, memaksa dia pun akhirnya harus melanjutkan pendidikannya ke universitas.

Cerita di atas dapat memberi motivasi bagi anda yang ingin masuk ke dunia politik dan pemerintahan, tetapi terganjal dengan riwayat pendidikan. Maka, dari sekarang persiapkanlah diri anda. Kalau pendidikan anda tidak memenuhi syarat, ataupun ijazah yang selama ini anda miliki palsu, aslikan! Caranya, dengan kembali mengikuti pendidikan. Belajar, memperbaiki diri, sembari menanti kesempatan berikutnya.

Memperketat soal keaslian surat-surat pendukung latar belakang pendidikan ini juga akan membuka peluang yang semakin lebar dan minat kaum muda yang bertahun-tahun mengikuti pendidikan untuk ikut masuk kancah politik dan pemerintahan, yang selama ini dikuasai oleh bandit-bandit berduit yang cukup beli ijazah.

Hal positif lainnya, dengan dunia politik dan pemerintahan yang ditempati oleh orang-orang yang benar-benar berpendidikan dan jujur, maka pasti negeri ini akan semakin baik dan semakin maju.








1 COMMENT

  1. “Maka, dari sekarang persiapkanlah diri anda. Kalau pendidikan anda tidak memenuhi syarat, ataupun ijazah yang selama ini anda miliki palsu, aslikan! Caranya, dengan kembali mengikuti pendidikan. Belajar, memperbaiki diri, sembari menanti kesempatan berikutnya.”

    Ini dia nasihat penting bagi masa depan tiap anak muda yang akan memasuki gelandang perpolitikan dimasa depannya.

    MUG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.