ITA APULINA TARIGAN. BREBES – Bencana tanah longsor kembali terjadi di Jawa Tengah. Kali ini, terjadi saat tidak turun hujan di Desa Pasir Panjang (Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes) [Kamis 22/2: sekitar Pukul 08.00 Wib].

Longsor terjadi di hutan produksi milik Perhutani BKPH Salem petak 26 RPH Babakan. Longsor yang terjadi menimbun petani yang sedang bekerja di sawahnya. Longsor dari perbukitan turun menuruni lereng mengikuti kontur tanah dan gravitasi sehingga menerjang sawah di bawahnya.

Lokasi longsor di Desa Pasir Panjang (Kecamatan Salem) merupakan daerah zona rawan sedang hingga tinggi longsor. Mahkota longsor dari perbukitan di hutan produksi Perhutani BKPB Salem Petak 26 PlRPH Babakan longsor kemudian menimbun sawah di bagian bawah.




Data sementara yang berhasil dihimpun melalui Kapusdatin dan Humas BNPB (Sutopo Purwo Nugroho) menyebutkan 14 orang luka-luka (berhasil diselamatkan) dan 5 orang dinyatakan meninggal dunia.

”Korban selamat saat ini dirawat di Puskesmas Bentar Desa Pasir Panjang,” kata Kapusdatin dan Humas BNPB (Sutopo Purwo Nugroho).

Kemungkinan besar longsor terjadi karena di wilayah Kecamatan Salem beberapa hari ini intesitas hujan cukup deras sehingga titik-titik mata air yang berada di wilayah hutan Perhutani Gunung Lio bertambah dan menyebabkan longsor. Longsor juga menutup akses jalan provinsi antara Kecamatan Salem menuju Kecamatan Banjargarjo Kabupaten Brebes sehingga tidak dapat dilalui.

”Kita sudah bangun Posko darurat berlokasi di rumah Abidin Rt.04/01 disiapkan. Pendataan masih terus dilakukan,” sambung Sutopo Purwo Nugroho.

Sementara itu, evakuasi korban longsor yang menimpa petani di Desa Pasir Panjang (Kecamatan Salem) yang terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil menyedihkan. Berdasarkan laporan Bupati Brebes yang berada di lokasi longsor, hingga hari ini [Kamis 22/2: Pukul 14.30 Wib] terdapat 5 korban meninggal dunia, 15 orang hilang yang diduga tertimbun longsor dan 14 orang selamat dalam kondisi luka-luka.

”Korban 5 meninggal adalah Karsini, Sapto, Wati, Radam, dan Kiswan,” lanjut Sutopo menyampaikan informasi yang diberikan oleh Bupati Brebes (Hj. Idza Priyanti AMd SE).

Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, relawan, dan masyarakat masih melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban. Tim SAR kesulitan mencari korban karena tanah masih bergerak, material longsor gembur, tebal dan cukup luas.

”Alat berat belum dapat digunakan untuk mencari korban. Cuaca mendung berpotensi hujan juga dapat menyulitkan pencarian korban. Prinsip safety first (utamakan keselamatan) dijadikan pedoman Tim SAR gabungan dalam pencarian korban,” lanjut Sutopo.




Selain itu, BPBD Kabupaten Brebes sedang mengajukan penetapan status Tanggap Darurat bencana longsor kepada Bupati Brebes. Rencana masa Tanggap Darurat selama 14 hari, terhitung hari ini [Kamis 22/2: hingga minggu ke bulan depan [Rabu 7/3]. Status Tanggap Darurat diperlukan untuk kemudahan akses penanganan darurat longsor.

“Pendataan masih dilakukan. Saat masa darurat seperti saat ini data akan selalu bergerak. Korban hilang didasarkan pada laporan warga sekitar. Masyarakat dihimbau untuk tidak mendekati lokasi longsor karena berbahaya adanya longsor susulan. Apalagi jika terjadi hujan, material longsor yang labil akan mudah terjadi longsor susulan,” sambung Sutopo Purwo Nugroho lagi.
















Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.