“Blis, kalian pernah berantem sesama Iblis?”

“Ya, gak pernahlah. Kami sesama iblis selalu damai. Hidup rukun, saling mengahargai. Kami toleran sekali.”

“Aahh, gak percaya.”

“Sampeyan itu dikasih tahu malah ngeyel. Mana ada kitab suci yANg menceritakan dan meriwayatkan sesama Iblis saling serang, saling ngebom. Kami nikmati hidup itu tanpa rasa cemburu dan suudzon. Antara Iblis Pribumi, Iblis keturunan Arab, Iblis keturunan China. Iblis keturunan PKI sekalipun, kami rukun. “

“Amazing, amazing sekali hidup kalian, ya, blis. Terus, apa tanggapan kalian tentang manusia?”







“Manusia itu lucu. Sok merasa makhluk yang istimewa. Namun apa? Tengoklah, katanya agamanya yang paling baik, agamanya Rakhmat bagi sekalian umat. Namun nyatanya? Jika tidak satu golongan, dimusuhi. Padahal kitabnya, nabinya bahkan Tuhannya sama. Apalagi yang ada di Indonesia, banyak orang-orang yang sok ngaku agamis. Namun, mereka tidak menyadari bahwa Fitrah manusia adalah bersuku-suku, berbangsa-bangsa, lalu ayat dipelintir. Memfitnah sudah seperti “tradisi”. Hanya karena tidak suka sama Jokowi dan Ahok, mereka menghalalkan segala cara. Miris sekali.”

“Padahal kalian sesama Iblis tidak gitu-gitu amat, ya, Blis?”

“Itulah celakanya, saat ditangkap polisi, mereka bilang kena godaan Iblis. Lha, salahku opoooo?”

“Memang manusia Iblis.”

“Lhaa, sampeyan juga nyalahin Iblis. Wooaallaahh.. salahku opoo?”








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.