Mengamati fenomena yang terjadi akhir-akhir ini tentang masifnya berita Hoax, fitnah dan berita yang membuat resah, lalu ketika Polisi berhasil melacak serta menangkap para pelaku penebar Isu yang tidak benar, sejujurnya ada yang mengusik dalam hati. Terutama ketika mereka yang tertangkap adalah orang-orang yang mengaku beragama.

Pertanyaannya adalah, apakah ada agama yang mengajarkan dan menghalalkan fitnah? Tentu semua mengatakan tidak ada. Bahkan semua sudah pada ngerti bahwa memfitnah lebih kejam daripada membunuh. Namun, kenapa mereka sengaja? Ada apa?




Jelas, dari data yang ada, dalam rentang waktu sekitar 2 bulan, Polisi telah menangkap 20an orang lebih yang melakukan fitnah keji soal PKI dan penyerangan ulama. Tentu ini bukanlah jumlah yang sedikit.

Yang membuat miris dan memprihatinkan adalah, orang-orang yang ditangkap tersebut jika diamati adalah masyarakat kecil yang hanya korban provokasi, korban dari para Politikus serta ustadz yang juga bermain-main di ranah politik.

Ketika bukti faktual terkuak bahwa isu PKI beserta atributnya yang digembar-gemborkan oleh salah satu Ormas agama, Ustadz tengkyu, hingga Mbah Amin ternyata tidak terbukti, apakah mereka yang notabene lebih ngerti agama dan membuat resahnya berbangsa dan bernegara lalu mengklarifikasi kekonyolan mereka?

Yang pasti, orang-orang yang ditangkap polisi, yang tentu saja rata-rata sudah berkeluarga, yang mempunyai anak dan istri, mereka adalah korban dari sebuah kebencian politik. Korban provokasi.

Sedih, prihatin hingga tidak ngerti harus berbicara apa, ketika hanya untuk memproduksi fitnah memakai nama muslim, memakai nama Islam. Islam yang katanya penuh rakhmat. Rakhmat bagi semesta alam, bukan hanya untuk golongannya sendiri!

Jika mengaku beragama, kenapa harus memfitnah?








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.