Kolom Boen Safi’i: MARSINAH

0
850

Ketika saya memposting di grub tentang kenyataan otoriterisme dan absolutisme Suharto dalam mencengkram rakyatnya, ada beberapa komentar yang mengatakan: “Sudahlah orangnya sudah mati. Jangan diungkit-ungkit aibnya. Bukankah Suharto sudah dihisab di alam sana?”

Saya sangat setuju dengan pendapat seperti ini.

Tetapi, ada yang perlu digarisbawahi. Bahwa saya tidak ingin mengungkit kembali aib Sharto sebagai pribadi, melainkan aib yang saya ungkit adalah otoriterisme dan sistem monarkhi berkedok demokrasi yang tengah Suharto bangun kala itu.

Bukankah aib sejarah itu bisa menjadi pembelajaran dan jangan sampai dilupakan? Agar masa kelam tersebut tidak terulang lagi dan tidak menjadi petaka bagi anak cucu dan generasi penerus bangsa nantinya. So, aib Suharto secara pribadi, itu urusan Suharto dengan Gusti ALLOH sendiri.







Marsinah …..

Marsinah, apakah yang terlintas dalam benak anda begitu terdengar nama ini? Ya, beliau adalah pahlawan buruh. Monumennya ada di Desa Sukomoro Kabupaten Nganjuk. Marsinah mendadak namanya terkenal pada medio 1993. Sampai-sampai PBB pun turut membahas kasus pembunuhan keji yang menimpa beliau.

Cerita ini diawali dari Marsinah dkk, yang menuntut perubahan gaji di sebuah pabrik di kawasan Porong, Sidoarjo. Tanpa dinyana, vokalnya Marsinah membawa petaka bagi dirinya. Beliau disiksa secara sadis dan, maaf, kemaluanya ditembak hingga menyebabkan kematian beliau. Jenazahnya diketemukan di hutan Wilangan Nganjuk.




Entah mengapa kasus ini sampai kini tidak pernah terungkap sampai tuntas. Tetapi yang perlu digarisbawahi adalah, baik buruh ataupun rakyat, dilarang berdemo atau sekedar menyampaikan aspirasi kala itu.

Kalau anda ngeyel, maka nyawapun taruhannya.

Di rezim siapakah ini? Apakah anda mau mengulanginya kembali? Jauhi rezimnya, jangan sampai Marsinah-Marsinah di masa depan mengalami hal yang sama.

Salam Jemblem.





Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.