NATALIE SEMBIRING. MEDAN –  Patricia Siahaan yang merupakan istri dari Cawagub Sumut nomor urut 2 (Sihar Sitorus) mulai melirik hasil kerajinan tangan para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Dia ingin menumbuhkan semangat para pelaku UKM untuk terus berkreasi dan berkembang, Patricia memborong hasil kerajinan mereka.

Didampingi sang suami, Patricia menemui 2 pengrajin asal Sumut, yakni pengrajin kain tenun Baron (Febriyanti Siahaan dan Rina Hutagalung) pengrajin Decoupage, di warung kopi Jl. Ahmad Yani II/ Jl. Mesjid kemarin [Jumat 2/3].




Masih berstatus sebagai calon, Sihar menunjukkan keinginannya agar pelaku UKM maupun industri kreatif maju dan berkembang. Hal ini ditunjukkan oleh Sihar bersama istri tercinta, Patricia Siahaan, dengan membeli

Sang istri, Patricia tampak begitu tertarik melihat hasil olahan tangan para pelaku UKM tersebut. Wanita berparas cantik ini bahkan minta dijelaskan tentang tenun Baron dan Decoupage tersebut, sebelum akhirnya memborong dua produk ini.

Di hadapan Patricia dan Sihar, Rina Hutagalung menjelaskan bahwa Decoupage yang merupakan bahasa Perancis, berarti memotong. Decoupage ini  merupakan kerajinan atau bentuk seni yang memerlukan potongan-potongan bahan biasanya kertas yang ditempel pada objek dan kemudian dilapisi dengan pernis atau pelitur.

“Decoupage ini sudah 2 tahun saya kerjakan. Jadi, pembuatan Decoupage ini lebih pada pemanfaatan barang-barang bekas. Untuk satu objek, itu bisa dikerjakan 4 jam,” ujarnya.

Motif yang ditunjukkan Rina kepada Patricia adalah botol yang ditutupi dengan kertas bekas dan dengan objek di tengah, yakni gambar pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus.

Soal objek ini, Rina memiliki alasan tersendiri.

“Iya, ini sebagai bentuk mengimplementasikan dukungan saya kepada Pak Djarot dan Pak Sihar sebagai Cagub dan Cawagub Sumut. Dengan harapan saya, mereka lah yang dipercaya menjadi pemimpin Sumut ini,” harapnya.

Sedangkan pengrajin tenun Baron, Febriyanti mengatakan, tenun Baron merupakan kain tenun dengan keunikan dan kemewahan yang dibuat dengan motif dan bahan terbaik asli tenunan menggunakan tangan.

“Saya sudah tiga tahun memproduksi sendiri tenun Baron ini. Sekarang ini, saya sudah buat tenun Baron dengan motif etnis Karo, Toba, Nias dan saya akan kembangkan lagi etnis-etnis Sumut lainnya. Untuk pengerjaannya, satu sampai tiga hari,” jelas warga Perumahan Citra Wisata, Medan Johor itu.

Usai mendengar penjelasan dari kedua pengrajin kreatif ini, Patricia langsung memborong hasil karya keduanya. Ia berharap, dengan begini menjadi bentuk rangsangan bagi pelaku UKM untuk terus berkarya.

“Ini merupakan kerajinan khas dari Sumut. Ini saya kira harus dijaga dan dimajukan dan ini menjadi kekayaan bagi pelaku UKM dan industri kecil. Saya akan bawa ini ke Jakarta dan memperkenalkan kepada teman-teman saya. Mudah-mudahan dari situ nanti berkembang lebih-lebih baik dan ini menjadi motivasi bagi pelaku UKM,” pungkas Patricia.








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.