Kolom Eko Kuntadhi: TETAP WARAS

Tak Diterkam Kebencian

2
774

Mungkin kita pernah sebel sama Jonru. Mungkin pernah juga gondok dengan lelaki yang tulisannya nyinyir dan isinya fitnah melulu. Atau gemes lihat kelakuannya yang berjingkrak sambil takbir sehabis keputusan 1,5 tahun penjara dan denda Rp50 juta.

Tapi Jonru adalah juga seorang bapak dan suami. Dia boleh saja dihukum hakim. Dipenjara karena kelakuannya. Tapi, barangkali istri dan anaknya, tidak harus mengalami dampaknya. Ketidakhadiran Jonru di tengah keluarganya mungkin akan membuat rumah mereka kehilangan tiang penyangga.

Tidak ada salahnya kita ikut berpartisipasi dengan memberikan sedikit rezeki, agar hukuman yang diberikan kepada Jonru tidak harus dirasakan juga oleh keluarganya.

Kamu boleh nyumbang. Boleh juga tidak. Gak apa-apa. Toh, sumbangan kita bukan menunjukan kita setuju pada kelakuan Jonru. Ini hanya sekadar memelihara daya penglihatan kita untuk tetap waras, tidak diterkam kebencian.

Jangan sampai ketidaksukaan kita pada seseorang, menghilangkan kemungkinan kita untuk tetap berbuat baik.









2 COMMENTS

  1. “Kamu boleh nyumbang. Boleh juga tidak. Gak apa-apa. Toh, sumbangan kita bukan menunjukan kita setuju pada kelakuan Jonru. Ini hanya sekadar memelihara daya menglihatan kita untuk tetap waras, tidak diterkam kebencian.

    Jangan sampai ketidaksukaan kita pada seseorang, menghilangkan kemungkinan kita untuk tetap berbuat baik.”

    Pernyataan yang sesuai dengan mutiara ‘Golden Rule’, kebencian dan kasih sayang bersaing ketat . . . The True Meaning of the Golden Rule: Love Your Bullies, lihat disini: https://www.psychologytoday.com/blog/resilience-bullying/201002/the-true-meaning-the-golden-rule-love-your-bullies

    MUG

Leave a Reply