Kok ora popo? Ya ora popo. Santai saja. Dari pada pendukung yang sono katanya pendidikan tinggi? Nyatanya ada seorang dokter. Dokter betulan. Gak dokter gadungan, malah ditangkap polisi karena fitnah. Masuk penjara. Katanya sih, di penjara tidak bisa tidur di kasur empuk. Lebih cilakanya, banyak nyamuk yang tentu tidak punya rasa perikemanusiaan saat menghisap darah.

Yang lebih heboh dan lebih membuat miris lagi adalah yang ini. Ada seorang dosen yang juga ikut menjadi tokoh utama memproduksi fitnah. Dosen betulan juga? Ya, iya. Malah menurut berita, dosen Universitas Islam Indonesia (UII) yang ada di Jogja. Koplak bin edan, kan?







Jadi, kalau ada yang ngejek pendukung Jokowi pendidikannya rendah, ya saya bilang “ora popooo” sambil menangkupkan 2 telapak tangan biar yang ngejek dengar. Penak, kan?

Biar pendidikan rendah, pendukung Jokowi tidak pernah berkeluh kesah apapun situasinya. Tidak pernah “ngresulo” karena Subsidi BBM dialihkan ke hal lain. Tidak pernah “mbingungi” meski subsidi listrik juga dicabut. Kenapa? Meski pendidikan rendah ya tidak goblok-goblok amat. Masih bisa mikir bahwa Pak Jokowi sedang membangun buat saudara-saudara yang selama ini belum ada listrik.

Dibilang pendidikan rendah yo ben. Yang penting tidak suka memfitnah. Dibilang goblok ya biarin. Yang penting tidak memakai agama untuk melakukan perbuatan nista. Apa itu? Berbohong.

Dibilang bego ya biarin. Yang penting masih mempunyai hati bahwa pendukung Jokowi tidak munafik. Tidak sok suci seperti Patrialis Akbar, Zumi zola, bos Travel yang nipu umat untuk umroh dll yang ternyata bajingan tengik.

Buktinya adalah, pendukung Jokowi yang dibilang pendidikan rendah tidak seperti pendukung yang di sono, yang tidak terhitung jumlahnya ditangkap polisi dan sekarang menyesal karena dipenjara.

“Tapi, masak sampeyan gak punya titel, Mas?” tanya Mbak Ngatemi tiba-tiba.

“Jangan bilang-bilang, saya sebenernya S3. eSdeh. eSempeh. eSemahh”

Auuuu. Pinggangku dicubit, Bu Dendyy.








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.