Kamvret itu memang “jenius” otaknya. Ibarat kata, sudah tau hewan di depan mata itu bebek, eh si kamvret malah ngeyel hingga otot lehernya mecungul kabeh dan bilang kalau itu ayam.

Bila tidak sependapat, maka kita akan dituduh Syiah, tapir, PKI, liberal dan kata kata mutiara lainya. Benar-benar vekok, kan? Nah, begitulah sepintas gambaran bila kentirisasi berjamaah melanda.

Pak Jokowi yang Islam sejak lahir, Jowo asli. Terbiasa hidup sengsara dari kecil hingga dewasa. Eh, lhadalah difitnah PKI, orang China, antek aseng, dan lain-lain?







Opo matanya yang nuduh dan memfitnah wes podo blawur bin rabun? China ko ireng, atau antek asing ko ngajakin “perang” si Amrik dengan divestasi saham Prepot-nya?

Pak Jokowi dituduh PKI?

Kata kamvret, bila Jokowi bukan PKI, berani gak tes DNA? Lah iki juga, omongan model opooo? Kamu kira PKI itu manusia yang punya anak turun? PKI itu idiologi, bray, bukan biologi opo maneh pelajaran matematika?

Lhadalah, PKI = tes DNA? Sama saja ngomong kalau komunis itu berpaham liberal, yo gak nyambung cah. Atau sama saja bahwa Dilan itu bojone Raisya. Xixixi dasar kamvret….

Kalau terbukti Pak Jokowi itu PKI, masak iya waktu mencalonkan diri jadi Walikota Solo beliau didukung PAN dan PKS yang notabene katanya partai paling “Islami”. Apa bisa Pak Jokowi diterima di perusahaan BUMN di Aceh pada tahun 1986? Lha, wong Jaman Suharto itu, anak turun PKI semua ditandai dan gak bisa bekerja di instansi pemerintah manapun (99% intelejen Suharto jarang keliru menandai anak turun PKI).

Tapi, herannya, setelah beliau berpisah koalisi dengan PKS dan Gerindra di Pilpres kemarin, ko isue PKI nya jadi ada? Jangan -jangan si Dilan yang menghembuskan fitnahan ini?

Ah, sudahlah, ojo ngomong PKI, cah. Soalnya, yang asli PKI sudah diciduk sama aparat, tuh anggota MCK eh MCA. Nah, sekarang tinggal menciduk oknum anggota d’hewan yang mendanai si PKIi berkedok pembela agama ini. Who is the man? Entahlah, yang pasti foto pipinya yang kayak bakpao itu sudah viral ke mana-mana.

“Huss, mas ojo ngomongin anggota d’hewan, lho, entar dipenjara.”

“Lho, siapa yang ngomongin anggota d’hewan, mbakyu? Yang saya maksud itu si patkay ko.”

“Oww patkay to, kirain si nganu mas. Tapi, emang mirip patkay sih, mas, si nganu itu.”

Huss..??

“Katakan kepada Dilan, jadi edan itu berat. Biarkan aku saja.”

Salam Jemblem.








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.