Memisahkan tindakan “kriminal” dengan keyakinan “kriminal” menjadi rumit karena alasan melakukan tindakan kriminal justru muncul dari keyakinan kriminal.

Bagaimana menjelaskan makna dari “Keyakinan Kriminal”?

Seorang manusia yang percaya bahwa membunuh atas nama Tuhan bukanlah kesalahan, apalagi kejahatan karena alasan bahwa Tuhanlah yang maha segalanya, kemudian menjadi alat pembenaran dalam melakukan kejahatan. Inilah yang disebut “Keyakinan Kriminal”. Banyak kasus kriminal yang berawal dari keyakinan semacam ini terjadi. Pembunuhan di depan atau di dalam rumah-rumah ibadah dengan semangat membela Tuhan.




Bahkan target-target kejahatan mereka meluas di berbagai wilayah publik. Di Indonesia sendiri kita pernah dibuat shock oleh pasukan Tuhan. Bom Bali adalah tragedi kemanusiaan serius. Para pelaku berkeyakinan bahwa ini adalah peringatan dari Tuhan. Padahal motif kriminal macam ini berpijak di atas ketakutan, atau bahkan kebenciannya pada kenyataan hidup yang tidak sesuai dengan projeksi keyakinannya.

Dan, kita selalu gagap menyampaikan pesan clearnya bahwa apapun yang ada dalam sebuah keyakinan, jika tampilannya adalah kejahatan, apalagi kejahatan atas kemanusiaan, maka tidak penting lagi yang namanya keyakinan. Kejahatan adalah kejahatan, apapun motif di belakangnya.

#Itusaja!








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.