Ketika Jokowi sudah bulat ditetapkan oleh beberapa partai dan didaulat untuk menjadi kandidat tanpa harus ada drama seri transaksional, bahkan partai-partai pendukung dengan legowo mendukung Jokowi tanpa embel-embel alias tanpa syarat.

Kenapa Gerindra belum juga berani mengajukan calonnya?

Peta perpolitikan dalam Pilpres 2019 nampaknya Gerindra nasibnya tidak sebaik Pilpres 2014. Partai-partai politik tidak lagi merasa nyaman di bawah bayang-bayang Gerindra. Partai politik sekaliber Golkar harus realistis bahwa Jokowi sulit dibendung popularitasnya. Apalagi elektabilitas Prabowo makin menukik di bawah dingklik.








Untuk apa ngekor Prabowo? Apa sih yang diharapkan dari Prabowo? Mau main presiden-presidenan jika ada perayaan 17 Agustus?

Apalagi jika diamati bahwa konconya Gerindra yang masih loyal hanya PKS. PAN yang dulu berada di garda terdepan pada 2014 cinta mati pada Prabowo, hingga detik ini seperti masih bimbang. Bagaikan pengantin pria yang syaratnya harus sunat lagi.

Mendukung Prabowo lagi? PAN tentu berhitung. Jika Prabowo kalah lagi, tentu PAN akan diblacklist oleh Jokowi sebagai partai tidak tahu diri. Dan PAN tentu saja akan menjadi penonton yang diabaikan pada Pemerintahan Jokowi selanjutnya.

Gerindra dan PKS memang sudah mencukupi 20% dari persyaratan. Namun, kenapa Prabowo masih belum dideklarasikan? Ada apa?

Seorang temen bilang gini. Pilpres tentu bukan sesuatu yang main-main. Di sana ada banyak kepentingan. Terutama pengusaha sebagai donatur. Jika dalam Pilkada saja konon membutuhkan Triliunan Rupiah, apalagi untuk Pilpres, tentu semua dikalkulasi. Mana ada pengusaha yang mau keluar modal untuk kalah. Itu kenapa seorang HT sudah balik kanan tidak mau lagi berada di barisan Prabowo.

“Lah, Prabowo kan konglomerat, Mas? Kaya raya.”

“Itu dulu. Nyopras nyapres selalu gagal tentu sudah keluar modal yang tidak sedikit. Buktinya jika dulu masang Iklan di TV, sekarang tidak, kan?”

“Jadi, maksudnya di persimpangan jalan apa, Mas?”

“Jangan dikasih tahu siapa-siapa, ya? Prabowo lagi bingung. Sebingung pendukungnya.”








Leave a Reply