Dalam pandangan kaum fundamentalis, Islam memiliki ideologi Ummah yang menyatukan manusia bukan karena kelas, warna kulit, suku, ras atau pun bangsa-negaranya, tapi berdasarkan persamaan iman atau agamanya.

Islam muncul dengan menghancurkan ikatan suku, ras dan kerabat yang selama ini dikenal masyarakat Arab Pra-Islam sebagai ‘ashobiyah.

Islam secara revolusioner ingin mengubah ikatan solidaritas Arab bukan lagi berdasarkan suku dan bangsa tapi berdasarkan persamaan iman atau agama. Ini yang disebut Ummah. Implementasinya yang jelas adalah Khilafah.

Mungkinkah ideologi ini cocok dengan demokrasi, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan realitas Bangsa Indonesia yang terdiri dari banyak suku, ras dan agama?








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.