IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU — Joni Sembiring alias Pa Kaca (52) warga Dusun Rumah Galuh (Kecamatan Biru-biru, Deliserdang) ditemukan tewas dalam kondisi telungkup di kolam ikan miliknya sore barusan [Kamis 8/3) ].

Menurut saksi mata (Juprianta Sitepu/ 24) (warga yang sama) kepada wartawan SORA SIRULO, ia pertama kali melihat korban tewas dalam posisi telungkup dan terapung di dalam kolam sekira Pukul 15.30 wib. Saat itu, Juprianta Sitepu mengaku hendak pergi memberi makan ikan miliknya.

“Ketika itu aku hendak pergi memberi makan ikan. Tapi begitu aku melintas, aku melihat sandal korban terapung di air dan di atas bedengan kolam, aku kembali melihat ada joran pancing. Perhatianku semakin tertuju kepada sosok kepala manusia yang rambutnya terburai akibat terendam air di dalam kolam,” kata Juprianta.







Yakin kalau temuannya adalah sesosok manusia tewas, Juprianta Sitepu bergegas ke rumah lalu memberitahukan warga yang sedang duduk di warung.

“Sebelumnya aku tidak mengenal siapa yang tewas itu. Karena aku langsung berlari ke rumah memberitahukan warga,” sambungnya.




Mendapat informasi dari Juprianta Sitepu, warga sekitar langsung geger. Peristiwa ini pun langsung disampaikan ke Polsek Biru-biru. Tidak lama berselang, Kanit Reskrim Polsek Biru-biru Iptu Hendri Ginting bersama anggota lantas meluncur ke TKP dan lalu megevakuasi tubuh korban.

Di situlah diketahui kalau yang tewas tersebut adalah Joni Sembiring alias Pa Kaca.

Guna pemeriksaan lebih lanjut, jenazah ayah 4 anak ini kemudian dibawa ke Puskesmas Biru-biru untuk divisum.

“Kalau Pa Kaca itu, setiap hari kerjanya cuma mabuk. Mungkin tadi dia ingin mancing ikan untuk tambul. Tapi keburu tewas tenggelam,” celoteh beberapa warga kepada watawan SORA SIRULO.

Kapolsek Biru-biru AKP Robiahtun melalui Kanit reskrim Iptu Hendri Ginting ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat.

“Dari hasil penyelidikan awal dan hasil olah TKP di lapangan diketahui kalau korban tewas bukan karena dibunuh. Hal tersebut sesuai dengan hasil visum yang dikeluarkan oleh Puskesmas Biru-biru. Pun demikian, kita berencana untuk melakukan autopsi terhadap korban. Namun adik kandung korban, Nurbeti Br Sembiring (43) justru menolak karena meyakini korban tewas bukan karena dianiaya,” ucap Iptu Hendri Ginting.




1 COMMENT

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.