Oleh: Robinson G. Munthe

 

Memimpin organisasi militer dan sipil itu berbeda. Dibutuhkan tipe, gaya dan pendekatan yang berbeda. Organisasi militer rentang kendalinya lebih jelas dan tegas, relatif homogen dan cakupan tugasnya lebih sempit dan khusus.

Anggotanya terdidik secara khusus dgn ketaatan yang mutlak. Komandan tinggal perintah, bawahan tidak ada kata lain selain siap menjalankan.

Sementara organisasi sipil berbeda. Rentang kendalinya lebih fleksibel, ruang lingkup tugasnya lebih beragam dan langsung menyentuh pelayanan masyarakat, jiwa korsanya berbeda, dll. Karena itu, gaya dan efektivitas kepemimpinan sipil tidak selalu berkaitan dengan kepangkatan yang disandang. Sukses menjadi pemimpin militer tidak serta merta sukses ketika menjadi pemimpin sipil.

Klik gambar untuk ukuran besar

Djarot pemimpin yang sejak muda terbiasa dan sukses memimpin organisasi sipil. Dia tidak canggung sedikitpun berhubungan dengan masyarakat. Pengalamannya memimpin benar-benar diperoleh secara alami berinteraksi dengan rakyat, bukan semata karena pendidikan, pangkat dan jabatan yang tinggi. Dia terbiasa berdialog dan tak gampang naik darah jika berbeda pendapat, tidak sok kuasa, menghardik dan memaksakan kehendak dalam memecahkan masalah rakyatnya.

Karena dia muncul dan besar dari rakyat.













Leave a Reply