Para pembenci Jokowi, jika diperhatikan, semakin ke sini sepertinya sudah tidak lagi terkontrol dalam hal berlogika. Dalam hal menggunakan akal sehat. Mulai tingkat elite sekaliber Rocky Gerung, Duo F hingga yang mengaku tokoh agama yang juga berpenampilan bak orang suci. Yang mengaku manusia paling tamfan di jagat raya Habiburohman hingga kelas receh alias kelas “Trembese”.

Begitu dahsyatnya rasa benci itu.

Tatkala Jokowi pakai sarung kotak-kotak, mereka katakan: “Awas Kristenisasi.” Kristenisasi. Jokowi pakai sarung bemotif salib. Ketika Jokowi sholat: “Pamer pencitraan.” Padahal, junjungannya yang suka bicara nyelekit dan jika marah suka lempar hengfon, eee …. malah ada yang mengatakan titisan Allah. Emang Allah punya hengfon?




Ketika Jokowi berjalan mesra sama ibu Iriana dengan kostum tradisional, Pak Jokowi dan ibu Iriana begitu serasi. Yang menandakan bahwa baju tradisional ternyata lebih indah. Lebih bernilai dan bercita rasa seni yang tinggi, oleh mereka dinyinyiri juga.

Ada saja amunisi bagi pembenci. Isu PKI gak mempan, mengotak-atik hutang. Saat dijelaskan bahwa hutang Jokowi adalah akumulasi dari jumlah hutang semua presiden, bahkan ketika dijelaskan hutang Pak Mantan lah yang paling besar, apakah mau menerima? Tidak sama sekali.

Bahkan ketika LPG 3 kg yang kadang-kadang hilang di pasaran dikarenakan banyak faktor, hingga jalan kampung yang rusak, yang salah juga Jokowi.

Dan itu terbukti, sekelas Jonru yang S1, dokter, dosen, mahasiswa, buruh hingga ABG pada ditangkapi polisi karena memfitnah, melecehkan simbol negara hingga karena hoax.

Jokowi yang tidak kemaruk, yang anaknya dibiarkan jualan martabak, yang ibu Iriana saat pulang ke Solo suka naik pesawat kelas ekonomi, oleh mereka justru tidak pernah diapresiasi.

Jika ada yang membaca tulisan ini, saya bertanya: “Adakah pembenci Jokowi yang rasional? Ngerti rasional, kan? Yang waras.”

“Jangan-jangan mereka panuan dan kutilan, yang salah juga Jokowi ya, Mas?”

Bisa jadi ….








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.