Jika ada manusia yang jadi besar karena orangtuanya dulu pejabat, apalagi menjadi Menteri Keuangan selama 32 tahun berturut-turut, yang saat itu belum ada KPK, jika sekarang mempunyai partai, itu hal yang lumrah. Biasa, bahkan semua orang juga bisa jika duitnya tinggal ngeruk, tinggal nyomot.

Jokowi beda. Beliau bukan siapa-siapa. Orangtuanya juga manusia biasa.

Beliau bahkan merintis usaha mebel dari nol. Lalu menjadi besar karena kegigihan, keuletan, berkepribadian serta kreativitas. Itu adalah sesuatu yang keren. Yang luar biasa, yang patut diteladani bahwa, jika manusia mau maju, ya, harus kerja keras dan bisa dipercaya.







Jika ada orang yang jadi besar karena warisan orangtuanya, itu biasa. Sangat biasa. Siapapun tidak terkejut. Lha, wong duitnya bertumpuk. Hartanya berpunuk-punuk. Jika butuh tinggal nyiduk.

Seorang Jokowi beda. Jika beliau sekarang jadi presiden, itu adalah sesuatu yang amazing. Karena seorang Jokowi selalu menebarkan aura kebaikan. Yang dengan kesabarannya serta pantang menyerah telah membuat orang-orang waras di negeri ini bangga dengan Jokowi.

Jika presiden terdahulu juga berhutang, apalagi yang berkuasa 32 tahun, yang sumber alam mulai emas, batubara, hutan dll dihabisi, dikuliti. Dibantai untuk menimbun kekayaan buat keturunan dan kroni-kroninya, namun rakyat dibiarkan makan thiwul, yang harus makan nasi jagung. Lalu duit hutang itu untuk apa?

Ketika Jokowi terpilih, negeri ini sudah nyaris rontok. HTI yang selama ini dibiarkan, sudah diambang pintu mau merongrong Pancasila dengan khilafahnya. Oleh Jokowi dibikin remuk dan bubar.

Selama ini, Indonesia Timur, di pelosok dan di perbatasan nyaris kurang perhatian. Nyaris dibiarkan kumuh. Oleh Jokowi semua diperhatikan, semua diurus. Dampaknya adalah pembangunan bisa merata.

Daftar panjang kinerja Jokowi telah terbukti. Kami bangga dengan Jokowi, seorang anak bangsa yang tadinya bukan siapa-siapa telah menjadi tokoh nasional bahkan dunia karena prestasinya. Kami juga bangga kepada siapapun yang berprestasi tanpa memandang Suku, Agama dan Ras.












Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.