Semua manusia terlahir dalam keadaan polos. Untuk urusan agama dan kepercayaan kepada Tuhan jelas dalam kategori ini. Semua manusia bisa dilabel Atheist. Orangtua kitalah kemudian yang menancapkan label pada diri kita.

Ada yang dilabel Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, etc., bergantung di wilayah mana anda dilahirkan.







Ketika anda yang sekarang masih hidup dalam label jenis apapun dan sedang berusaha menemukan jawaban masuk akal atas banyaknya informasi yang tidak masuk akal dalam dunia label macam theist, saya bisa memahami kegelisahan anda. Kegelisahan itu juga yang menghampiri saya sejak lama.

Sekarang, ketika memahami bahwa memang label itu bukan sepenuhnya datang dari dirimu sendiri, tapi kontruksi sosial yang dipaksakan, maka pemberontakan dari dalam diri adalah sebuah keniscayaan alamiah. Tidak perlu takut kehilangan label religiusitas atau kehilangan kepercayaan pada Tuhan yang menurut akal anda tidak masuk akal. Karena, ternyata keberanian untuk mempertanyakan kembali semua jenis informasi yang pernah masuk dalam kesadaran kita semacam program otomatis yang ada dalam setiap perangkat canggih komputer; virus dan berbagai informasi junk dibersihkan.

Ketika semua program sudah bersih, fungsi-fungsi otak yang memang alamiah akan kembali aktif. Tidak perlu kaget ketika orang-orangan di sekeliling anda shock melihat perubahan yang terjadi pada diri anda. Yang jelas anda akan merasa lebih rileks dalam menjalani hidup dan yang paling utama adalah kesadaran anda akan membimbing anda pada prilaku-prilaku rasional dan lebih bertanggungjawab sebagai bagian dari masyarakat manusia.

Dalam bahasa joke, kaum beriman anda sudah murtad dan tersesat di jalan yang benar. Sementara orang-orangan beriman masih berputar di lingkaran yang sama, anda justru memasuki lingkaran baru yang ruang edarnya jauh lebih besar dan infinity.

Kesimpulan saya, apapun label yang diberikan oleh orang-orangan di sekitarmu jangan terlalu diambil pusing. Barang original akan tetap original apapun label yang ditempelkan pada dirinya.

#Itusaja!








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.