Busa yang memenuhi BKT Marunda, kata Bagian Lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta, gak berbahaya. Ikan masih bisa hidup.

“Masih banyak orang yang mancng ikan di sini,” katanya menenangkan.

Saya percaya. Buktinya ikan-ikan kita masih bisa hidup jika ditaruh di mesin cuci. Jajal deh.

Sandiaga juga bilang, itu karena limbah rumah tangga. Cuci pakaian, cuci mobil dan sebagainya. Rakyat yang salah.




Mungkin busa itu datang tiba-tiba. Orang juga tiba-tiba mencuci mobil, mencuci pakaian. Sebab, jaman Gubernur sebelumnya, orang tidak mencuci mobilnya. Tidak mencuci pakaiannya. Tidak menggunakan diterjen.

Baru pada jaman Anies, orang mulai mencuci dan, akibatnya, busa diterjen mengotori Sungai BKT.

Sebab, biasanya atlet dayung Jakarta, berlatih di sungai itu. Sekarang mereka juga masih berlatih. Bedanya kini mereka seperti menyaung di atas awan. Jadi, kayak mengemudikan kapal bajak lautnya Johny Deep.

Ah, ngomongin soal cuci mencuci, kita jadi ingat Fadli. Apa benar dia pengguna diterjen Daia yang setia?

HEADER: detik.com.







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.