Tentu semua masih ingat, 2014, Mbak Titiek begitu semangat mendukung Prabowo. Bahkan dalam beberapa kesempatan Mbak Titiek sempat menjadi Jurkam. Dia juga sempat memakai kostum kebanggaan Gerindra dengan garuda merahnya. Ketika sekarang tiba-tiba Mbak Titiek Soeharto mendukung Jokowi, tentu bagaikan suara geledek di musim kemarau.

Saya rasa Prabowo tentu terkejut alang kepalang. Jika divisualkan ala film Warkop, saking terkejutnya beliau terjengkang. Padahal lagi O,ok di empang.

Bahkan istri saya sempat bilang begini: “Kasihan Pak Prabowo ya, Mas. Sampai segitunya hingga mantan istrinya malah tidak mendukung.”




Sejatinya, wanita itu seringkali melihat sesuatu dengan hati. Dengan rasa. Dengan keadaan yang dilihat dan dirasakan. Inilah yang barangkali membuat Mbak Titiek berpaling ke lain hati.

Atau bisa jadi melalui anak semata wayangnya yang gianteeng uleng uleng, Mbak Titiek bilang gini:

“Le.. cah ganteng. Bilang sama bapakmu, ya.. Sudahlah, tidak usah nyapres lagi. Pak Jokowi itu manusia yang baik. Beliau seorang bapak yang baik. Apalagi selama ini menjadi presiden juga penuh amanah. Tidak neko-neko. Seluruh Indonesia mulai pelosok, mulai Sabang hingga ujung Papua, mulai Miangas hingga pulau Rote semua diperhatikan. Jadi, kalau bapakmu keras kepala, mamakmu akan mendukung Pak Jokowi,” itu.

Yang pasti, sebagai mantan Istri, tentu Mbak Titiek lebih tahu “njobo njero” luar dalamnya Pak Prabowo ketimbang pendukungnya yang suka gelap mata. Itu kenapa Mbak Titiek mendukung Pak Jokowi.

Tapi kalau dipikir-pikir, betul kata istri saya: “Kasihan Pak Prabowo, ya.”








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.