IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Dikabarkan menghilang, Rangin Br Tarigan (85), warga Dusun 2 Sarilaba Julu, Desa Sarilaba Jahe (Kecamatan Biru-biru) ditemukan tak bernyawa didasar jurang [Rabu 28/3: sekitar 15.00 WIB].

Jurang ini terletak tidak jauh dari ladangnya, dengan kedalaman 25 meter.

Informasi yang diperoleh wartawan SORA SIRULO di lapangan menyebutkan, ibu dari 9 anak dan telah memiliki banyak cucu ini diketahui meninggalkan rumah beberapa hari lalu [Minggu 25/3: sekitar 13.00 WIB]. Sebelum dikabarkan hilang, nenek yang telah renta ini diketahui sedang berada di rumah bersama seorang cucunya. Akan tetapi, ketika cucu korban sedang pergi ke Pasar Biru-biru untuk berbelanja, secara diam-diam korban malah pergi ke ladang.




“Sesampainya di ladang dan mengambil 3 buah pepaya, korban pun berencana untuk pulang. Namun nenek yang telah renta ini tidak tahu jalan menuju rumah dan akhirnya kesasar ke arah Barat menuju ke perbukitan,” demikian teori yang didapat oleh SORA SIRULO dari warga setempat.

Begitu diketahui pergi dari rumah, pihak keluarga dibantu warga setempat langsung melakukan pencarian. Akan tetapi, selama 3 hari lamanya Rangin Br Tarigan tidak kunjung ditemukan, meski warga telah menyisir sekitar areal perladangan milik korban.




Lantaran tak kunjung ditemukan, pihak keluarga yang telah resah dengan keberadaan sang nenek, lantas berinisiatif memanggil Tim SAR agar turut melakukan pencarian [Rabu 28/3]. Berkat bantuan warga, personil Polsek Biru-biru dan anggota Koramil Biru-biru, sekitar pukul 15.00 WIB, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi terlentang di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 25 meter.

“Korban berhasil ditemukan setelah melihat keranjang milik korban yang berisi 3 buah pepaya yang tersangkut di batang kayu persis di tebing jurang. Berdasarkan petunjuk tersebut, pencarian pun dilanjutkan dengan menyisir ke arah dasar jurang. Korban akhirnya ditemukan, namun sudah tidak bernyawa,” sambung Serma S Tarigan, anggota Babinsa Desa Sarilaba Jahe yang ikut melakukan pencarian.

Kapolsek Biru-biru (AKP Robiahtun) melalui Kanit Reskrim (Iptu Hendri Ginting) ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian.

“Korban telah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Kuat dugaan korban meninggal karena kelaparan. Diperkirakan dia tewas sehari sebelumnya. Karena tubuh korban telah kaku, namun belum rusak dan menimbulkan aroma busuk,” tuturnya.





Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.