Maksud Bung Karno itu kira-kira gini, lho.

 

Seperti halnya Patrialis, Zumi Zola dan Luthfi Hasan Ishak dan lainnya yang ketika dilantik tentu saja disumpah dengan memakai kitab suci. Lalu, ketika ketangkap KPK karena maling duit rakyat yang petani, tukang ojek, PKL, kuli bangunan dan profesi lainnya, apakah lalu mereka dianggap menistakan agama?

Justru ada tokoh agama yang mengatakan meski mereka ngerampok duit negara, duitnya rakyat, tetap dapat jatah surga.

Memang sich, boleh jadi akan dapat kapling surga. Namun, sepertinya ada penghalalan, pembelaan terhadap para bandit berdasi itu. Seperti halnya bos First Travel dan AbuTour yang menipu jamaah umroh, bandit yang bertopeng agama, yang menipu ratusan ribu manusia. Apakah kelakuan mereka dianggap merusak citra Islam? Apakah dianggap menistakan Islam?




Sama sekali tidak terdengar. Bahkan ada beberapa diantaranya yang membela, yang disalahkan malah pemerintah Jokowi. Namun, ketika ada seseorang sebagaimana video yang beredar beberapa hari lalu seorang wanita memakai jilbab makan daging babi, dunia di buat geger. Dianggap sangat menistakan agama, dianggap sangat melecehkan, dikutuk dan dimaki habis-habisan.

Meski memang daging babi haram sekalipun sebiji asam, namun yang dimaksud oleh Bung Karno adalah, islam dalam pandangan beliau saat itu tidak mementingkan isi. Tidak mementingkan akhlak, tidak mementingkan moral dan nilai kemanusiaan.

Apakah pandangan beliau tahun 1940 juga ada korelasi pada tahun-tahun sekarang setelah hampir satu abad?

Jika ada, kenapa manusia bukan makin pinter malah makin anu?








Leave a Reply