Kenapa presiden Jokowi selalu salah di mata para kamvret? Mulai dari pimpinannya yang mendadak dukun dan meramal Indonesia bubar, sampai ada yang merindukan si Putin dan Erdogan segala. Eh ye bences ya cyyynnn, cowok kok ngangenin cowok?

Padahal, anak anaknya jauh dari hiruk pikuk politik. Yang satu jualan martabak, satunya kuliah nyambi bisnis online, dan satunya lagi sudah ikut suaminya di Medan.

Apalagi kalau anak-anak beliau jadi petinggi partai, jadi Komisiaris BUMN, atau malah makelarin bisnis migas? Padahal, beliau itu sholat, tawadhu dengan Ulama, rajin sowan ke Ponpes dan bisa menjadi imam sholat.




Apalagi, kalau beliau gak bisa sholat, gak dekat dengan Ulama, atau malah gak hafal Al Fatihah babar blas? Padahal, infrastruktur sudah dibangun merata, ribuan jalan tol sampai rel KA yang akan hadir di Kalimantan, Sulawesi sampai Papua dengan BBM satu harga.

Apalagi, kalau beliau hanya menghasilkan satu bangunan saja, seperti Candi Hambalang peninggalan Pak Prihatin yang dihuni si Kunti, Genderuwo dan siluman Kolor Ijo? Padahal, beliau itu sering lupa kalau sebenarnya beliau itu presiden. Sering lupa karena beliau itu seolah-olah menanggalkan jabatanya ketika bertemu dengan rakyatnya. Tiada jarak dan sering cekikikan bersama.

Apalagi, kalau beliau itu tak pernah menyapa rakyatnya, ke mana mana minta dilayanin seperti halnya raja. Bila berjalan ingin dipayungi dan inginnya hanya orasi di atas panggung tanpa bersentuhan dengan rakyatnya.



Padahal, beliau itu asli Jawa, Muslim dan pernah merasakan hidup susah seperti halnya rakyat kebanyakan. Apalagi, kalau beliau ini keturunan China non Muslim pula, dari kalangan priyayi yang mempunyai ajudan-ajudan yang siap melayani, dan hidupnya serba berkecukupan sampai ternak kuda seharga miliyaran rupiah.

So, bila ada yang mengatakan “Jokowi itu Salah”. Maka jawablah, “Jokowi bukanlah Salah, melainkan Lionel Messinya Pemimpin Dunia”.

Karena skill Messi, Barcelona masih jauh di atas Mohammed Salah pemain the Reds Liverpool.

“Pakne, aku yo fans berat Liverpool, lho. Aku seneng dengan pemainnya, terutama si tamvan Del Piero?”

“Lhadalah, bune, Del Piero itu bukan pemain Liverpool, tetapi pemain Persenga Kabupaten Nganjuk kelahiran Ngawi, faham?”

“Owalah, jebule lananganku saiki tambah kentir, yo.”

Salam Jemblem.







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.