Siska V. Tarigan : ANDAI AKU JADI KUPU-KUPU

0
349

Dia adalah seekor kupu-kupu yang gagah berani, yang berkeinginan mempertahankan populasinya. Dia adalah seekor kupu-kupu yang selalu mengepakkan sayap terbang ke sana ke mari hanya untuk memperkenalkan keragaman populasinya.

Bangga menjadi seekor kupu-kupu dengan keindahannya, dia adalah kupu-kupu yang bijaksana dan memiliki prinsip hidup yang begitu kokoh.

Dia telah banyak mengajarkan bagaimana cara menjaga dan melestarikan populasi mereka. Tenaga dan pikiran terkuras untuk memajukan populasinya. Kupu-kupu yang masih kecil maupun yang baru beranjak dewasa sudah diajarkan untuk mengembangkan populasinya. Terlalu bersemangat sehingga lupa waktu merawat dirinya sendiri. Begitulah kecintaannya terhadap populasinya.




Namun, apa daya, dia hanyalah seekor kupu-kupu biasa. Populasinya terkikis oleh perkembangan zaman. Faktor-faktor luar yang membuat populasinya hampir punah. Bahkan populasinya sendiri satu per satu meninggalkannya. Tidak ada yang sanggup bertahan bersama kupu-kupu yang gagah itu. Tidak ada yang mengerti tujuannya maupun memahami apa yang dirasakannya. Tak ada yang menghargai ketulusannya, karena populasinya telah tergerus perkembangan zaman. Populasinya suka mengikuti populasi asing yang sedang berkembang saat ini.



Sekarang, kupu-kupu yang gagah itu tinggal sendiri berjuang  mempertahankan populasinya. Dia tetap pada pendirian, tetap maju dan pantang menyerah mempertahankan populasi. Dia tidak ingin sebuah nama, tak juga inginkan materi, tapi dia ingin populasinya bertahan hingga zaman berkesudahan.

Seandainya aku bisa menjadi salah satu dari kupu-kupu itu, aku ingin menjadi penyemangat di saat dia lelah berjuang. Aku ingin menjadi tempat dia berteduh di saat badai menerpanya. Aku ingin menjadi tempat curahan ketika hatinya hancur. Kuingin menjadi tempatnya bersandar ketika dia terpuruk. Ku ingin menjadi teman di saat ia merasa sepi.







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.