Yang mereka mau kalian berhenti membicarakan Ahok, karena nama Ahok sudah sangat menyeramkan dalam kesadaran mereka. Ahok telah berubah menjadi semacam Iblis yang ditakuti. Padahal, Ahok hanya mencoba menterjemahkan konstitusi dalam wilayah praktis bernegara.

Namun, dia menjadi korban dari praktek bernegara yang koruptif, yang menabrak prinsip-prinsip bernegara dalam konstitusi.

Beginilah jika aparatus negara lebih tunduk pada ketentuan kitab suci dari pada kitab konstitusi. Hasilnya, orang-orang berkwalitas macam Ahok harus tersingkir dan orang-orang macam Anies yang bermental culas, lagi licik bisa berkuasa.



Sepertinya bangsa ini sebelum merdeka, bahkan setelah merdeka tetap saja doyan mengorbankan generasi berkwalitasnya dan memelihara generasi sampah yang hanya menjadi beban sejarah.

Jadi, jangan berhenti memyampaikan kebenaran walaupun suaramu terdengar aneh di telinga para maling di Republik Indonesia.

#Itusaja!

VIDEO: Sekelompok pemusik akustik Suku Karo melantunkan lagu Pengulu Medan ciptaan Agusninto Tarigan. Gus Dur semasa hidupnya pernah menulis tentang pencipta lagu dan penyanyi Karo ini terkait diskusinya mengenai seorang sopir taxi di Jakarta asal Taneh Karo yang memutar lagunya dan dengan bangga mengatakan Karo berbeda dengan Batak.







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.