SALMEN SEMBIRING. MEDAN. Sebanyak 43 grup dan 41 bintang vokalis dari seluruh kecamatan di Kota Medan mengikuti Festival Nasyid/Seni Qasidah Tingkat Kota Medan tahun 2018 di Asrama Haji Medan Medan [Senin 2/4]. Festival yang dibuka Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi diharapkan dapat meningkatkan seni dakwah di bidang nasyid/seni qasidah di tengah-tengah masyarakat dalam upaya menambah keimanan dna ketakwaan kepada Allah SWT.

Dalam pembukaan yang turtu dihadiri Kakan Kemenag Kota Medan Al Ahyu MA, Ketua MUI Kota Medan Prof Dr Moh Hatta, pimpiman Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan serta ibu-ibu pengajian tersebut, Wakil Wali Kota mengatakan, Pemko Medan sangat mengapresiasi dan mendukung penuh digelarnya festival tersebut.




Dikatakan Wakil Wali kota, festival ini sangat positif karena karena memacu kreativitas. “Selain itu dapat menjadi wadah untuk menuangkan inovasi yang religius, sekaligus pada gilirannya akan ditransformasi kepada umat lainnya,” kata Wakil Wali Kota.

Selanjutnya mantan anggota DPRD Medan itu memaparkan, Kota Medan memiliki keragaman seni dan budaya, salah satunya adalah seni nasyid atau qasidah. Seni ini lanjutnya, memiliki peran ganda bagi umat manusia, khususnya bagi umat Muslim karena merupakan wadah kesenian dan pencerahan hati.

Apalagi ungkap Wakil Wali Kota, akhir-akhir ini dengan berkembangnya teknologi komunikasi, budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian ini masuk ke negeri ini dan rentan mempengaruhi generasi muda. Oleh karenanya tegas Wakil Wali Kota, harus ada kecerdasan menyikapi masuknya budaya asing tersebut jika tidak ingin terjadi sesuatu yang fatal.

“Untuk itulah melalui nasyid atau qasidah ini, diharapkan dapat membentengi diri kita dari dari pengaruh budaya luar, terutama yang tidak sesuai dengan budaya bangsa kita,”ungkapnya .

Lebih jauh lagi Wakil Wali kota menambahkan, seni nasyid atau qasidah juga mengajak manusia mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta. Karena itu sangat baik untuk dibudayakan agar dapat menjadi pendorong terwujudnya masyarakat yang religius di Kota Medan. “Kita harapkan melalui festival ini, seni nasyid atau qasidah dapat dikembangkan di tengah-tengah masyarakat,” harapnya.

Di akhir sambutannya, Wakil Wali Kota berpesan kepada para juri agar bekerja dengan

baik,serta memberi penilaian yang benar-benar adil. Tujuannya agar diperoleh pemenang yang benar-benar teruji. Apalagi para pemenang ini nantinya akan diutus mewakili Kota Medan untuk mengikuti Festival Nasyid/Seni Qasidah di Tingkat Provinsi Sumut.

Sebelumnya, Asisten Pemerintahan dan Sosial Setda Kota Medan Musaddad Nasution selaku Ketua Panitia melaporkan, bahwa Festival Nasyid dan Seni Qasidah yang berlangsung mulai 2 sampai 6 April mendatang diikuti oleh peserta utusan dari kecamatan se- Kota Medan yang berjumlah 43 grup dan 41 bintang vokalis.

Melalui festival ini, jelas Musadad, sebagai upaya menumbuhkembangkan kemampuan dan ketrampilan menguasai nasyid/seni qasidah di kota Medan. “Dengan demikian nasyid/seni qasidah ini bisa memasyarakat di tengah-tengah masyarakat,” jelas Musadad

Untuk nasyid, ungkapnya, diperlombakan dua cabang yakni rebana klasik dan bintang vokalis masing-masing terdiri dari golongan anak-anak putra dan putri serta golongan remaja putra putri dan golongan dewasa putra putri. Sedangkan rebana klasik diperlombakan untuk golongan dewasa putra/putri, remaja putra/putri dan kanak-kanak putra/putri. Untuk bintang vokalis diperlombakan untuk golongan dewasa putra/putri, remaja putra/putyri dan kanak-kanak putra/putri.








Leave a Reply