Aku kalak Karo. Kenapa? Karena bapakku bilang, kakekku bilang kepada ayahku, kami Suku Karo dan bukan sub Suku Batak. Dari lahir aku tidak pernah sekalipun mendengar kalau aku ini sub Suku Batak.

Ketika sekolah di Medan, aku punya teman satu gank dari Suku Batak, Suku Jawa, dan Suku Karo. Seringkali kami memanggil sesama teman “hei Batak”, “hei Karo”, “hei Jawa”. Kami sadar kami berbeda tapi kami bersahabat bahkan sampai sekarang. Kalau saya ditanya suku apa, tentu saya jawab Karo. Teman saya jika ditanya suku apa, jawabnya Batak, Jawa, dlsb.







Tapi saya heran, ketika ada orang Karo bilang Karo bukan Batak, malah dikatakan penghianatlah atau “terserah kau sajalah ga ada untung ruginya kau Batak atau tidak”, atau juga dituduh di baliknya ada unsur politiklah. Ada juga yang mencoba mencari dan membuktikan bahwa Karo itu bagian dari batak, dengan menghubungkan satu merga¬†Karo dengan marga Batak, Si Raja Batak, dalihan natolu, dan buku pelajaran sekolah tanpa mau mencari tahu sejarah sukunya, kenapa kata Batak itu ada.

Sejak kapan Karo itu ditambah kata Batak di depannya?

Perkampungan tradisional Karo (Dokan 1989) (Foto: Juara R. Ginting)

Saran saya buat kamu-kamu yang non Karo, tidak usah dech komentar kalau kami bilang Karo bukan batak, anda cukup dengar, ikuti saja, apalagi kalau anda tidak punya untung ruginya. Mau kami koar-koar di medsos atau di dunia nyata bahkan di dunia akhirat, toh tak ada untung ruginya bagi kalian.

Dan buat orang Karo yang merasa Batak Karo, tolong dech tanya lagi nini bulangndu yang benar asalndu itu dari mana sebenarnya. Mungkin memang kam asalnya dari Batak dan dijadikan kalak Karo dan kam tanya lagi orang yang berkompeten, sejak kapan sich ada kata Batak di depan Karo. Sekian lama Karo dikungkung dalam Batak, kenapa? Karena sifat kalak Karo mela rubat (malu bertengkar) dan mengalah terus, sehingga ada oknum-oknum yang mempergunakan kesempatan untuk menjajah bahkan mau menenggelamkan Suku Karo.

Beberapa bukti, nama-nama tempat di Kota Medan diubah penyebutannya. Sekarang, apakah salah jika Kalak Karo menyadari, kalau mela rubat, mengalah terus, maka Karo lama-lama hilang ditelan Bumi Batak. Jadi, marilah kita semua berpikir realistis, Karo menyatakan diri bukan Batak, bukan untuk memusuhi Batak dan suku lain, tapi hanya ingin menunjukkan kebenaran sejarah nini bulang kami.



Sebenarnya saya pribadi tidak butuh pengakuan siapa pun, karena saya memang Kalak Karo, tapi dari banyak aspek, Karo itu memang harus dibuat terang keberadaannya sebagai suku mandiri dan punya sejarah sendiri, bukan berasal atau sub suku lain yang manapun juga.

VIDEO: Lyodra Margaretha Ginting setelah menjuarai lomba nyanyi di Italy berpetualang dari desa ke desa di Tanah Karo. Kali ini dia tampil di Karo Hilir (Desa Tanjung Bale Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat). Dia menyanyikan lagu Kita Kalak Karo yang diciptakan oleh Plato Ginting diarahkan untuk menegaskan Karo bukan bagian dari suku manapun juga selain karo itu sendiri.







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.