IMANUEL SITEPU. KUTALIMBARU. Aksi bentrokan antara massa IPK (Ikatan Pemuda Karya) dengan PMS (Pemuda Merga Silima) tak terhindarkan [Kamis 19/4: Malam]. Akibat insiden tersebut, seorang kader IPK, Antonius Sinulingga (48) warga Desa lama Kecamatan Pancurbatu mengalami kuping sebelah kanan putus, kepala bagian belakang luka, kaki kanan luka memar.

Demikian juga dengan seorang anggota PMS, Rona Surbakti (17) warga Dusun 1 Desa Lau Bakeri mengalami luka pada bagian atas kepala akibat terkena sabetan senjata tajam.

Kedua korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Informasi diperoleh SORA SIRULO, aksi bentrok antara kedua massa OKP tersebut berawal ketika pihak PT Panca Jaya selaku pengembang perumahan Medan hendak membuka jalan tembus [Kamis 19/4: sekira 15.00 wib]. Jalan sepanjang 100 meter dengan lebar 5 meter ini melintasi tanah yang diklaim milik Arih Ginting.







Arih Ginting adalah abang kandung Kepala Desa Lau Bakeri, Adir Novera Ginting.

Karena upaya pembukaan jalan dihalangi oleh Arih Ginting, pihak pengembang dari PT Panca Jaya yang mengakui bahwa lahan tersebut adalah miliknya berdasarkan sertifikat hak milik, pihak PT Panca Jaya lantas memenggunakan pengamanan dari OKP IPK sebanyak 80 orang dipimpin oleh Mister Ginting, Ketua PAC IPK Kecamatan Kutalimbaru. Tak ayal lagi, pertikaian antara kedua belah pihak akhirnya terjadi.

Mengetahui ada pertikaian di lokasi, Kapolsek Kutalimbaru (AKP Martualesi Sitepu SH MH) langsung memerintahkan Waka Polsek (Iptu Boksen Surbakti), Kanit Reskrim (Iptu Amir Sitepu), Pawas Kanit Provos (Aipda Irwanto Sembiring) dan Piket Bhabin (Aiptu Yudi Lapian) melakukan penggalangan di lapangan.

Setelah dilakukan mediasi untuk menghindari bentrok fisik, pihak pengembang PT Panca Jaya yang diwakili Ketua IPK (Mister Ginting) menyetujui permasalahan lahan tersebut diselesaikan secara musyawarah dengan cara menpertemukan kedua belah pihak yang bertikai di hadapan Muspika Kecamatan Kutalimbaru [Senin 24/4] di Kantor Kepala Desa Lau Bakeri.

Begitu kedua belah pihak mengajukan kata sepakat, pihak IPK dan Arih Ginting didampingi sejumlah Massa PMS lalu membubarkan diri sekira 16.30 wib. Massa IPK dan PMS pun diketahui langsung kembali ke kantornya masing-masing. Akan tetapi, tidak diketahui dengan jelas apa pemicunya, sekira 17.30 wib, anggota PMS kembali menyerang anggota IPK yang sedang melintas. Mengetahui hal tersebut, pihak kepolisian dari Polsek Kutalimbaru langsung meluncur ke TKP.

Begitu melihat kehadiran petugas, kedua kubu langsung membubarkan diri. Namun di lokasi, petugas mendapati Antonius Sinulingga dalam posisi terduduk berlumuran darah karena mengalami luka di kuping dan kepala. Korban yang merupakan anggota IPK Kecamatan Pancurbatu ini, selanjutnya diboyong ke RSU H Adam Malik Medan.

Polisi terus melakukan penyisiran sekitar lokasi, dan ternyata, seorang anggota PMS bernama Rona Surbakti juga mengalami hal yang sama. Kepalanya juga mengalami koyak selebar 5 Cm akibat terkena sabetan senjata tajam. Anggota PMS Kecamatan Kutalimbaru ini selanjutnya dibawa ke RS Grand Medika Jl. Senakma Tanjung Anom.

“Aku tadi datang dari Pancurbatu hendak mendatangi lokasi karena mengetahui ada bentrok. Tapi, ketika aku melintas di Desa Lau Bakeri, aku langsung diserang,” kata korban Antonius Sinuligga.

Kapolsek Kutalimbaru (AKP Martualesi Sitepu SH MH) ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian.

“Kalau korban jiwa tidak ada. Motifnya hanya gegara sengketa lahan perumahan. Untuk mengantisipasi bentrok susulan, kita sudah melakukan penggalangan dengan Ketua PMS (Mbelin Brahmana), Ketua PMS Kutalimbaru (Evon Sembiring) dan Kades Lau Bekeri Adir (Novera Ginting). Anggota Shabara juga sudah diturunkan ke lokasi untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” bebernya.







Leave a Reply