Kami semua tahu yang paling terluka dengan dipenjaranya Ahok adalah dirimu…

 

Namun, membiarkan Pak Ahok tetap berada di dalam penjara, sementara para penista agama yang sesungguhnya, bebas berkeliaran melakukan provokasi dan persekusi. Membiarkan para politikus jahat itu mengobrak-ngabrik tatanan rapi dan bersih yang telah dirimu dan Ahok mulai dulu. Sampai akhirnya kini telah banyak yang berbalik arah. Banyak pendukungmu yang balik menuding bahwa musuh Pak Jokowi sebenarnya adalah Ahok.

Itulah sebab mengapa Bapak membiarkannya berada di dalam penjara. Begitu kata mereka.

Bila semua issue gaya baru ini tetap dibiarkan maka manusia tak berhati yang kembali akan jadi pemenang. Terutama ketika hampir tidak ada perubahan dalam hal pendidikan yang sangat fundamental.

Sementara perubahan yang tidak perlu, seperti perubahan model seragam agar siswi di sekolah-sekolah negeri wajib berhijab dan memakai rok panjang. Begitupun dengan orangtua wali murid yang akan dibully dan dijauhi bila tidak menggenakan hijab saat datang ke sekolah, saat menjemput anaknya dll. Sampai kocak dan kacaunya penyelenggaraan Ujian-ujian Nasional sebagai usaha penggembosan yang dilakukan dari dalam.

Apakah Bapak juga menyadari bahwa pemegang kendali atas pencairan kredit di bank-bank pemerintah, terutama di Bank Syariah, banyak dipegang oleh para manusia yang mendadak beranggapan bumi ini datar? (sekalipun dia lulusan fakultas eksakta PTN-PTN terbaik di Indonesia). Penyaluran kredit tidak lagi dikucurkan dengan memperhatikan aspek kelayakan, akan tetapi berdasarkan sehaluan atau tidaknya penerima kucuran kredit tersebut. Dengan begitu, kemungkinan merebaknya kredit macet adalah nyata dan, saat ini, sayup-sayup mulai terdengar.

Pak Jokowi, kami sangat berterimakasih atas begitu banyak yang telah Bapak lakukan:

~ Pemerataan pembangunan infrastruktur,
~ Usaha pemberantasan korupsi,
~ Usaha mengembalikan usaha tambang dan minyak bumi yang selama ini dikuasai mayoritas pihak asing.

…. dan banyak lagi pencapaian Bapak yang, lagi-lagi, akan membuat kedua jempol tangan ini cantengan bila harus menuliskan satu persatu.

Akan tetapi, ada satu hal penting yang perlu diprioritaskan dalam waktu yang sempit ini. Bila itu tidak dilakukan, bukan saja kami akan kehilangan Ahok, namun kami juga akan kehilangan dirimu, Pak.

Kami tahu, tidak ada jalan yang mudah dan begitu sulitnya memilih siapa yang bisa dipercaya karena iblis-iblis itu kerap bersalin rupa.

Tapi, selama dirimu adalah pemimpin tertinggi yang mempunyai kepribadian agung yang bisa membawa bangsa ini keluar dari neraka politik, maka kekuasaan ada di tanganmu. Dan, tidak ada lagi waktu untuk menunggu.

Kami percaya akan kuatnya intuisimu. Katakanlah dengan tegas apa yang kami rakyat kecil bisa lakukan. Kami juga tahu, kita sama-sama telah lelah melihat ketidakadilan bagi orang-orang baik yang telah berkorban. Para penjuang HAM yang tetap termarjinalkan. Bahkan terpenjara di balik jeruji besi seperti halnya di episode-episode pemerintahan lalu.

Sementara, terlepas dari alasan apapun di balik keputusan meringankan dengan keputusan memberikan tahanan rumah bagi Abu Bakar Ba’asyir, telah membawa sebagian dari kami kembali ke persimpangan.

Pak Jokowi….
Bapaklah harapan kami
Selamatkan bangsa ini…
Now or never!!!

#JokowiAhokGarisKeras
#GWJKW
#JKW2Periode
#OgahGantiPresiden







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.