Jadi begini, yang dimaksud dengan pengetahuan modern adalah sebuah pemahaman yang berpijak di atas epistimologi evidensialis. Artinya? Suatu klaim scientific hanya diterima sebagai sebuah kebenaran jika terbukti dan bukti-bukti empiris tersebut bisa diuji dengan metode scientific yang ketat.

Bagi Poincare “Ilmu pengetahuan dibangun di atas fakta, bukan fiksi”.

Jadi, kita perlu berterimakasih kepada Bpk Ilmu Pengetahuan modern, dia adalah Galileo Galilei selain Galilei ada Johannes Kepler yang juga bertanggungjawab memicu lahirnya Ilmu pengatahuan modern. Pada masanya Galileo Galilei harus berhadapan dengan kekuatan Agama lewat otoritas Gereja yang nyaris “Absolute”. Bagi mereka yang mencoba menentang otoritas gereja harus berhadapan dengan kemalangan yang luar biasa.

Galileo adalah salah seorang korban dari otoritas gereja. Pengetahuannya tentang bagaimana cara alam bekerja telah mengancam dengan serius doktrin gereja yang sudah bertahan ribuan tahun. Dukungannya pada gagasan Copernicus yang menyatakan bahwa bumi bukanlah pusat dari sistem tata surya atau bahkan alam semesta, telah mengakibatkan kegoncangan serius pada kepercayaan yang ditanamkan oleh otoritas.

Memang benar saja kekhawatiran itu, bahwa Copernicus benar dan Galileo dengan semangat keilmuan yang mengalahkan keimanannya pun mengakui bahwa kebenaran adalah kebenaran dan harus disampaikan kepada dunia.

Oleh karena kuatnya spirit kebenaran dalam diri Galileo, maka dia tidak lagi memikirkan bahwa dia adalah korban dari kepanikan otoritas. Dan, peradaban memang bergerak ke arah rasional sejak Galileo. Semakin banyak manusia yang kesadarannya bangkit dan tentu saja melawan.

Inilah yang disebut sebagai era pencerahan, manusia membebaskan dirinya dari ilusi yang ditanamkan dalam pikirannya sejak kecil bahwa alam ternyata bekerja dengan cara mekanis, semua yang bisa diamati oleh Indra manusia bisa dijelaskan.

#Itusaja!







Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.