MAJA BARUS. MEDAN – Keteladanan diperlukan pemimpin bagi bawahannya untuk bersama-sama membawa perubahan yang lebih baik. Itu pula yang diperlukan dan utama bagi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara ke depannya.

Hal itu dikatakan oleh pasangan calon nomor urut 2 (Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus) dalam debat kandidat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, yang digelar oleh KPU Sumut di Santika Premiere Dyandra Hotel, Medan [Sabtu 5/5: Malam].

Sayangnya, keteladanan pemimpin itu sulit didapat saat ini. Djarot menilai, kondisi saat ini, minimnya pemimpin dengan keteladanan yang baik dan menjadi contoh bawahannya.







“Konsep keteladanan ini, menjadi satu syarat mutlak yang kuat. Dan saya mohon maaf, di Indonesia masih ada defisit keteladanan kepemimpinan kita,” ungkap Djarot.

Menurut Djarot, keteladanan sangat diperlukan dalam memimpin dan membangun keefektifan pemerintahan. Keteladanan inilah yang diperlukan dari atas, untuk menjadi contoh bawahannya.

“Keteladanan itulah yang akan menginspirasi bawahannya. Kalau yang di atas (pemimpin) itu berkata lembut dan mampu memberi pencerahan, bawahan akan mengikuti. Kalau atasan mampu melaksanakan kerja keras, maka bawahan juga akan mengikuti,” tutur Djarot.

Pernyataan Djarot ini ditambahkan oleh wakilnya, Sihar Sitorus.




“Pemimpin menentukan keteladanan. Artinya, pemimpin harus mampu menyatukan pikiran, hati, kata dan perbuatan. Saya beruntung, pasangan saya adalah salah satu contoh pemimpin yang memiliki keteladanan,” puji Sihar.

Kata Sihar, keteladanan pemimpin inilah menjamin perubahan bagi suatu daerah semakin maju, dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

“Seluruh keteladanan ini harus berbuah kesejahteraan rakyat. Petani bertambah kaya, nelayan yang bertambah kaya, masyarakat yang mendapat pekerjaan dan bertambah cerdas. Itulah Sumut yang Baru,” tegasnya.

“Dalam hal ini, kita menginginkan Sumut yang mudah dan transparan. Akibatnya, yang kita harapkan adalah kesejahteraan rakyat,” pungkas Sihar.



Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.