Rencana Yusril Ihzra Mahendra tak diridhoi Tuhan. Ambisinya untuk menjatuhkan wibawa Jokowi lewat HTI, gagal total. Tadinya Yusril ingin membanting Jokowi lewat HTI. Ia ingin mempermalukan Jokowi hingga ke urat-uratnya.

Caranya amat sederhana.

Ia menawarkan diri menjadi pengacara HTI yang menggunggat Perpu Ormas yang dikeluarkan Jokowi. Lewat gugatan HTI di pengadilan, Yusril ingin mendongkrak kembali namanya bersama partainya agar bisa terbang ke angkasa. Caranya HTI harus menang di pengadilan.

Apa cita-cita Yusril?

Ia ingin membuat Jokowi menelan ludahnya kembali. Ia ingin Jokowi melihat bagaimana hebat dan ngerinya kecerdasannya. Ia ingin menunjukkan kepada Jokowi bagaimana jeniusnya seorang Yusril di bidang hukum. Ia berambisi mengajari Jokowi bahwa, hanya satu kata saja celah, ia bisa menang di hadapan hukum. Dan yang paling ditunggu-tunggu Yusril adalah mulut Jokowi yang meminta maaf atas pembubaran HTI. Ia akan bersorak melihat wajah Jokowi memelas malu merehabilitasi kembali nama HTI.




Jika HTI menang di DPR, di Mahkamah Konstitusi dan di PTUN, maka pada saat itulah ia akan nonstop melakukan konferensi pers. Ia dengan angkuhnya, menatap langit ke tujuh, mengumumkan kepada dunia, bahwa ia telah menggebuk Jokowi. Ia mungkin kembali mengucapkan kata hinaan kepada presiden: “Presiden… walaupun orangnya goblok tapi segoblok-gobloknya dia, dia itu presiden.”

Dari gelagatnya membela HTI, Yusril terlihat telah memuntahkan segala isi otaknya. Ia mati-matian membalikkan argumen yang paling lemah menjadi argumen paling kuat. Ia membela HTI habis-habisan. Dari beberapa argumennya di pengadilan, Yusril terlihat amat percaya diri pada setiap ucapannya. Ia pun menganggap dirinya pengacara super. Acuannya adalah bukti pada masa lalu. Di masa SBY, Yusril berkali-kali memenangkan gugatan melawan SBY.

Tetapi, apa yang terjadi? Tanda-tanda kekalahan Yusril sudah tercium sejak DPR mengesahkan Perpu Ormas yang dikeluarkan Jokowi. Lalu Yusril kemudian menggunggat Perpu Ormas itu di Mahkamah Konstitusi. Hasilnya? Yusril keok. Tak menyerah, Yusril kemudian kembali menggunggat Perpus ormas di PTUN. Hasilnya? Setelah 16 kali sidang, pembubaran HTI tetap dinyatakan sah. Kesombongan Yusril pun menghujam bumi. Otaknya kelu dan beku. Tak ada lagi ucapan sesumbar Yusril yang pongah di media. Yusril gantian dibanting oleh seorang presiden yang pernah digoblokinya.

Ahok Korban Tak Sia-sia

Di masa SBY, HTI secara diam-diam telah merasuki otak-otak masyarakat di negeri ini dengan ideologi khilafah. Propagandanya jelas. Sistem pemerintahan sekarang bobrok dan thogut serta hanya bisa diperbaiki dengan ideologi khilafah. Jika khilafah ditegakkan, maka Pancasila harus dimusnahkan. Propaganda HTI ini semakin subur, merasuki kampus-kampus hingga menyusup ke tubuh tentara, polisi dan unsur-unsur pemerintah.

Ketika Ahok menjadi gubernur, propaganda HTI di DKI Jakarta sempat redup. Keberanian Ahok melabrak FPI dan sekutunya, membuat HTI kalang kabut. Apalagi ada Tito yang menjadi Kapolda di DKI Jakarta, membuat progapanda mereka tersendat. HTI kemudian menjadikan Jawa Barat menjadi basis kekuatannya. Di sana HTI tengah menyusun kekuatan untuk menghabisi Ahok yang berencana maju lagi menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Durian runtuh pun jatuh tiba-tiba. Ahok melakukan blunder dengan menyenggol Surat Al-Maidah. Dendam kesumat HTI terbakar hebat. Demo nonstop menjatuhkan Ahok pun dilancarkan oleh barisan HTI. Para pendukung HTI membanjiri Jakarta saat demo. Mereka bahu membahu dengan FPI dan ormas lainnya. Kini ideologi khilafah yang diusung HTI tidak lagi disembunyikan.

Para ahli strategi HTI menyimpulkan bahwa saatnya mengkampanyekan ideologi khilafah. HTI pun secara terang-terangan mengibarkan bendera hitam HTI di mana-mana. Tujuannya membakar semangat para pendukung khilafah di seluruh negeri. Maka pada setiap demo kepada Ahok ketika itu, kata ‘khilafah’ dikumandangkan dengan nyaringnya. Tembakan kepada Ahok kemudian dibuat hanya sebagai samaran. Sasaran yang lebih besar adalah menjatuhkan Jokowi.




Ternyata blunder Ahok ada hikmatnya. Ketika Ahok membakar semak lewat blundernya, keluarlah ular-beludak. HTI pun semakin berani mengumandangkan ideologi khilafah. Publik gelisah, Pancasila di ujung tanduk. NU dan pembela NKRI yang menjadi tembok pembela Pancasila mendesak Jokowi segera bertindak. Didukung oleh publik, Jokowipun dengan gagah berani mengeluarkan Perpu Ormas yang membuat HTI kemudian terkubur selamanya.

Jelas pengorbanan Ahok yang membakar semak, untuk mengeluarkan ular-beludak anti Pancasila, anti NKRI, tidak sia-sia. Walaupun ia tersungkur, masuk penjara, ditikam hujan fitnah, Ahok telah berjasa bagi negeri ini. Ahok telah memicu HTI muncul ke permukaan sekaligus menguburnya dalam-dalam ke permukaan bumi. Itulah jasa terbesar Ahok di negeri ini. Ia telah menyelamatkan NKRI dari rongrongan ormas yang anti Pancasila.

Hari ini, PTUN menolak gugatan Yusril tentang pembubaran HTI. HTI tetap dinyatakan sebagai organisasi terlarang di Bumi Pertiwi. Ketika HTI kalah di pengadilan, maka ambisi Yusril untuk membungkam, membanting wibawa Jokowi gagal total. Sebaliknya, Yusril yang super sombong, angkuh setinggi langit, akhirnya jatuh menghujam bumi bersama organisasi HTI yang dibelanya. Dan tak tertutup kemungkinan, PBB yang dipimpinnya kembali akan terkubur bersama kesombongannya pada Pemilu 2019 mendatang. Begitulah kura-kura.







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.