JEBTA B. SITEPU. LUBUKPAKAM – Majunya pasangan Djarot dan Sihar Sitorus atau Djoss di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara (Sumut) merupakan perjuangan untuk mempertahankan kearifan lokal di Sumut. Kearifan lokal tersebut tercermin dari pengusungan Djarot dan Sihar yang menjadi warna dari KEBERAGAMAN daerah.

Hal itu disampaikan oleh politisi senior Sumut Ruben Tarigan dalam sambutannya di acara pertemuan Relawan Karo (Relaka) di Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang.




Ruben Tarigan yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Sumut dan Ketua DPD HMKI (Himpunan Masyarakat Karo Indonesia) Sumut ini mengatakan, PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan PPP menentukan pilihan sesuai dengan kearifan lokal. Apa yang ingin diambil oleh PDI Perjuangan bukan hanya sebatas kemenangan dengan menghalalkan segala cara, melainkan juga mempertahankan kelokalan daerah.

“Penduduk kita ini sangat banyak, ada kalangan bermarga seperti Suku Karo, Suku Mandailing, Suku Pakpak, Suku Batak, Suku Simalungun dan Suku Nias. Ada yang tidak bermarga seperti Suku Jawa, Suku Melayu dan suku-suku lainnya. Keduanya ada pada pasangan Djoss. Dan hanya mereka yang menjadi warna Sumut karena mereka merupakan bagian dari kesukuan yang ada di Sumut itu sendiri,” terangnya [Selasa 8/5].

Ruben memaparkan bahwa masyarakat Sumut harus melihat itu sebagai bagian dari penghargaan terhadap keberagaman Sumut. Karena banyak pihak yang hanya mementingkan kemenangan tanpa menghargai kelokalan.

“Komunitas lain tidak melihat ini penting, sehingga kerap mengusung orang-orang yang tidak memiliki keterikatan dengan Sumut terkusus secara budaya,” katanya.

Ruben mengharapkan agar nantinya anggota Relaka melihat hal tersebut sebagai hal terpenting dalam memenangkan pasangan Djoss. Dengan memenangkan pasangan Djoss maka masyarakat akan tetap merdeka dengan kearifan lokalnya.

“Jadi mari kita menangkan Sumut karena itu yang kita perjuangkan,” katanya.







Leave a Reply