JEBTA B. SITEPU, MEDAN – Sihar Sitorus mengaku siap hadapi debat publik ke 2 kandidat Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut yang digelar KPU Sumut di Hotel Adi Mulia besok lusa [Sabtu 12/5].

Seperti debat pertama, pendamping Cagubsu, Djarot Saiful Hidayat mengaku tak ada persiapan khusus yang dilakukannya.

“Persiapan khusus, tidak ada. Hanya mempelajari tema debat ke dua nanti,” ungkap Sihar di sela-sela pertemuan dengan relawan Djarot-Sihar (DJOSS) dan warga Jl. Tani Asli Dusun II Barat Desa Tanjung Gusta (Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang) [Rabu 9/5: Sore].







Bagi Sihar, dari debat ke dua yang disiarkan televisi swasta nasional tersebut, terpenting adalah penilaian bagi masyarakat untuk jeli melihat dan memilih calon pemimpin Sumut periode 2018-2023 mendatang. Sebab, lanjutnya, dari debat publik inilah bisa mengetahui visi misi dan program yang menjadi fokus masing-masing paslon.

Katanya, tema debat ke dua nanti fokus pada Pembangunan Berkeadilan dan Kesetaraan.

“Tema debat sangat dekat dengan apa yang dirasakan masyarakat. Debat kedua nanti termasuk yang dibahas soal kesehatan, perempuan, pemuda,” ujar pria murah senyum itu.

“Saksikan debat kedua nanti. Dari mulai debat pertama kemarin, ke dua dan ke tiga nanti, masyarakat bisa tahu jawaban paslon mana yang memiliki visi misi dan program untuk masyarakat,” tambah Sihar.

Sihar mengibaratkan pertarungan Pilkada Serentak 2018 Sumatera Utara ini seperti pertandingan tinju. Di mana, selayaknya dua petinju naik ke atas ring dan bertarung menggunakan dua tangan menggunakan sarung tinju. Namun, ketidakadilan dirasakan paslon yang diusung PDI Perjuangan dan PPP itu.

“Ibarat tinju, kita (DJOSS) sudah naik ring. Tapi hanya pakai satu tangan, satu tangan lagi diikat. Tapi lawan, sudah pakai dua tangan, malah pakai lutut lagi (menyerang),” contoh Sihar.

Kesempatan tersebut, Sihar pun mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari perubahan Sumut yang lebih baik ke depan dengan menggunakan hak pilih 27 Juni 2018 mendatang.

“Kami mohon dukungan yang sangat luas, bahwa masyarakat harus lebih mengenal lagi bahwa paslon nomor urut dua benar-benar ingin memajukan Sumut. Kita ingin tunjukkan bahwa kita bisa untuk perubahan Sumut yang lebih baik. Karena kita ingin warga Sumut otak cerdas, hati senang, perut kenyang, dan isi dompet tidak kurang,” pungkasnya.







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.