Maaf bukan ucapan rasis bila saya pakai kalimat: “Pigai Kamu Dimana?” Si Komisioner HAM meski sembunyi di dalam kegelapan pun, saya pasti bisa menemukanya.Yang saya maksud, mana statemen si Pigai dalam menanggapi gugurnya 5 prajurit bangsa yang maaf “digorok” oleh anjing teroris biadab?

Mana? Kenapa diam?

Dulu, si Pigai ini berkata “tidak ada Islam teroris, tidak ada Islam radikal, yang ada cara pandang pemimpin yang intoleran dan radikal”. Apakah kejadian di Mako Brimob [Rabu 9/5] tidak membuka mata hati anda?

Saya sendiri Muslim, dan saya mengakui bahwa, ada sebagian saudara Muslim yang sudah melenceng jauh dari apa yang diajarkan oleh Rosululloh Saw. Kalau yang tewas para teroris, koar-koar anda terasa sampai memekikan telinga. Sedang jika yang gugur adalah prajurit bangsa, anda diam dan ngah-ngoh saja.




Mereka yang gugur itu sama manusia juga seperti anda. Punya anak yang butuh kasih sayang seorang ayah dan punya istri yang harus dinafkahi. Apa anda tidak merasa sebagai manusia kah? Atau anda berasal dari planet lain? Jangan-jangan anda ini alien yang menyamar sebagai ultraman, ya?

Pigai…. Pigai…. saudara sebangsa yang ada di Papua itu manis-manis, terkecuali anda. Karena kegelapan sudah menyelimuti hati dan nurani anda selalu. Saya doakan semoga white lotion seperti citra, ponds, garnier dll, bisa “memutihkan” kalbu dan cara pandang anda yang sudah terlanjur menghitam, seperti “SILITE WAJAN”.

Pigai kamu di mana? Kalau sembunyi jangan pas listrik padam, ya?

Salam Jemblem







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.