Kolom Siska V. Tarigan: MEMUPUK JAGUNG

0
566

Tadi pagi, ketika bangun tidur, belum juga keluar dari peraduan, ibunda tercinta sudah mengajak ke kebun dengan teriakan: “Aaayoooo, semua kita ke ladang kasih pupuk papda tanaman jagung…” Lalu ibu dan ayahanda tercinta dengan ketiga anak gadisnya pergi ke kebun dengan semangatnya.

Bisa dibilang, kami tidak terlalu memforsir untuk bekerja ke ladang. Hanya sebisa dan semampu kami membantu, karena di rumah hanya bapak kami sang pangerannya.







Namun, kami bertiga anak gadisnya takut panasnya terlalu terik. Agar cepat selesai, kami kebut saja sambil melempari pupuk di samping batang jagung dengan membawa seember pupuk di tangan masing-masing.

Bagi saya, ini adalah pengalaman pertama melakukan pekerjaan seperti ini. Wwaaahhh, ternyata sangat lelah dan pinggang juga sakit.

Satu jam berlalu, aku pun ambil waktu untuk istirahat sejenak. Yaaaa, kalian tahulah, anak Zaman Now, ga selfie ga hidup rasanya. Nnaaaahhh, ini lah hasil foto mupuk jagung pada jam istirahatku. Tangan yang memegang pupuk itu rasanya tebal dan gatal.

Ini adalah pengalaman hidup yang baru lagi bagiku. Banyak hal yang kupelajari semenjak tinggal bersama orangtua (di kampung).







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.