Kolom Sanji Ono: AIR MATA BUAYA UNTUK PALESTINA (Menyusahkan Orang Lain)

0
429

Dalam orasinya di acara bela Palestina yang digagas oleh Alumni 212 di Monas kemarin, Anis mengatakan: “Air mata Palestina adalah air mata kita semua.” Timbul 1 pertanyaan: “Air mata bayi yang baru lahir dan sekarang menjadi yatim setelah ayahnya digorok oleh para teroris itu air mata siapa, pak gubernur?”

Silahkan kalian orasi demo membela Palestina, tapi bisakah kalian sisipkan 1 kata belasungkawa untuk keluarga 5 polisi yang menjadi korban di Mako Brimob?

Walaupun untuk lebih bijaknya harusnya kalian tunda atau batalkan acara kemarin karena sangat tidak menunjukan empati kepada keluarga korban, kalian sibuk membela negara lain padahal di depan mata kalian ada tragedi yang tak kalah pilu dengan Palestina.




Bukan mencibir atau mengacuhkan aksi yang kalian lakukan, tapi coba sebut apa efek buat rakyat Palestina? Apakah dengan koar-koar di depan Monas rakyat Palestina terbebas dari penjajahan Israel atau rakyat Palestina terpenuhi kebutuhan hidupnya? No, mereka tetap mengangkat senjata dan tetap mencari nafkah untuk menghidupi keluargannya.

Wahai Alumni 212 yang hobi demo, yang kalian lakukan nggak ada seujung kukunya dengan apa yang dilakukan Hisbullah milisi dari Libanon yang siang malam bertempur dengan rakyat Palestina melawan Israel. Apa yang kalian lakukan nggak sebanding dengan upaya yang sudah dibuat Jokowi yang berani mendirikan kantor perwakilan Indonesia di Ramallah Palestina walaupun di bawah ancaman Israel. Jokowi juga yang berhasil meyakinan mayoritas negara-negara dunia yang tergabung di PBB membolehkan Palestina mengibarkan bendera mereka di depan kantor besar PBB.




Maaf, mungkin ini menyakitkan, tapi demo yang kalian lakukan itu cuma menyusahkan saja. Menyusahkan pengguna jalan yang harus mengalihkan rute, karena aksi kalian membuat beberapa ruas jalan harus ditutup. Menyusahkan aparat karena mereka harus menjaga kalian. Menyusahkan pemerintah karena harus mengeluarkan biaya pengamanan yang harusnya bisa dipakai untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat.

Akhir kata, tolong jawab pertanyaan saya: “Kapan kalian hidup tapi nggak menyusahkan orang lain?”







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.