Jadi begini, ibarat negeri kita ini semula cuma kepingan kayu dan batu di pantai jajahan, gelap tak bertuan. Lalu para pejuang berjibaku menghimpun kekuatan hingga tiba Proklamasi Kemerdekaan. Terciptalah sebuah perahu, dan 72 tahun sudah kita di dalamnya.

Mengarungi samudra kehidupan bersama (awas perhatikan, 72 tahun ya. Bukan 72 bidadari) he.. he…







Kapal-kapal layar lain juga tampak mengibarkan benderanya di 5 benua. Ada yang besar sekali, ada yang sedang-sedang saja, ada yang kecil dan lucu. Yang pasti, di dalamnya hidup manusia-manusia bermacam ragam saling menjalin mutual relations, termasuk kamu dan aku (tidak berdua saja, ya. Itu khusus buat yang kasmaran: Dunia milik berdua yang lain ngontrak).

Oke lanjut. Penampakan kapal-kapal itu seperti ini:
1. Terawat dan semakin kuat.
2. Ada pula yang melemah lapuk kayunya dimakan rayap.
3. Tak sedikit yang nyaris karam, karena mulai pecah dan bolong-bolong dari dalam.
4. Hilang

Pertanyaannya: Nomor berapakah kondisi kapal kita? Jawab dengan penjabaran. Jangan malas menulis, ya, anak-anak.







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.