NATALIE SEMBIRING. MEDAN – Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Pemko Medan menggelar pasar murah di 151 titik yang tersebar di 21 kecamatan Kota Medan. Lokasi pasar murah diutamakan di kawasan yang mayoritas penduduknya kelompok prasejahtera dan beragama Islam.

Di samping itu, lokasi pelaksanaan pasar murah yang berlangsung selama sebulan penuh itu jauh dari pasar tradisional.







Kemarin [Senin 14/5], Wali kota Medan (Drs H T Dzulmi Eldin S MSi) membuka semua pasar murah secara simbolis, dipusatkan di Lapangan Bola Sejati Jl. Karya Jaya, Kelurahan Pangkalan Mansyur (Medan Johor). Harga bahan kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah dipastikan jauh lebih murah dari harga pasaran, sebab Pemko Medan mengalokasikan subsidi atas barang kebutuhan pokok sebesar Rp.5 miliar.

Pasar murah yang dibuka secara resmi oleh Wali kota merupakan edisi yang ke-12. Itu sebabnya Wali kota berharap pelaksanaan pasar murah tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan demikian kehadiran pasar murah dapat membantu warga kurang mampu dapat membeli untuk memenuhi kebutuhannya, terutama dalam menghadapi bulan puasa dan hari Raya Idul Fitri 1439 H.

“Insha Allah dengan kehadiran pasar murah ini, saudara-saudara kita yang kurang mampu dapat memenuhi kebutuhannya sehingga mereka dapat lebih tenang dan khusuk dalam menjalani ibadah puasa,” kata Wali kota.

Atas dasar itulah, Wali Kota mengajak masyarakat, terutama warga kurang mampu agar memanfaatkan pasar murah dengan sebaik-baiknya. Selain harganya relatif jauh lebih murah, seluruh bahan pokok yang dijualpun berkualitas dan layak konsumsi. “Jadi manfaatkanlah kehadiran pasar murah ini dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Kepada camat, lurah dan seluruh panitia yang terlibat dalam pasar murah, Wali Kota menegaskan agar berperan aktif mengawasi dan mensukseskan pelaksanaan pasar murah tersebut.

“Lakukan pengawasan dengan sebaik-baiknya, ingat, tujuan pelaksanaan pasar murah untuk meringankan beban warga kurang mampu dalam menyambut puasa dan lebaran dapat tercapai dan tepat sasaran. Di samping itu yang lebih penting lagi, pastikan bahan kebutuhan pokok yang dijual berkualitas dan layak konsumsi!” tegasnya.




Wali kota menghimbau dan mengingatkan masyarakat untuk tidak membeli bahan kebutuhan pokok di pasar murah secara berlebihan. Sebab, berdasarkan hasil laporan Satgas Pangan yang telah diturunkan Pemko Medan, stok bahan kebutuhan pokok yang ada di Kota Medan masih tergolong aman hingga tiga bulan mendatang.

Usai membuka pasar murah, Wali kota didampingi unsur Forkopimda kota Medan diantaranya Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung, Wakil Ketua DPRD Medan H Iswanda Nanda Ramli, Kasdim 0201/BS Letkol Inf I Bagus Putu Wijangsa serta Kapolresta Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis, Pimpinan PT Bank Sumut Koordinator Cabang Medan Syafrizal Syah, camat dan lurah serta pengurus TP PKK, selanjutnya menurunkan harga bahan kebutuhan pokok yang dijual.

Sebelum dibuka Wali Kota, Kadis Perdagangan Kota Medan S Armansyah Lubis selaku penyelenggara pasar murah dalam laporannya mengatakan, latar belakang digelarnyan pasar murah untuk membantuk masyarakat, terutama kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam menyambut puasa dan lebaran.

Selain itu ungkap Armansyah, sebagai antisipasi gejolak harga sekaligus menekan laju inflasi mengingat harga bahan kebutuhan pokok jelang hari besar keagamaan seperti puasa dan lebaran cenderung merangkak naik.

“Sedangkan tujuan pasar murah kita gelar untuk membantu masyarakat kurang mampu dapat membeli bahan kebutuhan pokok dengan harga murah dan layak konsumsi,” jelas Armansyah.

Pelaksanaan pasar murah, kata Armansyah, berlangsung mulai selama 30 hari dengan menjual 8 jenis produk seperti beras kualitas medium, gula pasir, tepung terigu, telur mentega, kacang tanah, minyak goreng dan sirup.

“Semoga kehadiran pasar murah dapat membantu warga kurang mampu memenuhi kebutuhan pokoknya,” harap Armansyah.







Leave a Reply