Marah, miris dan ketakutan yang ditimbulkan oleh teroris bercampur aduk. Bangsa Indonesia yang terkenal dengan keluhuran budi, yang terkenal dengan nilai-nilai toleransi seakan dicabik-cabik oleh perilaku yang tidak manusiawi. Banyak orang malah hanya berpolemik soal terorisme itu beragama atau bukan. Faktanya, para teroris ketika dituntut di pengadilan, di belakang mereka berjejer ahli hukum dengan mengibarkan bendera Team Pembela Muslim.

Apakah biang kerok timbulnya terorisme sudah dikaji dan kemudian disimpulkan?







Yang pasti, seseorang menjadi radikal lalu berproses menjadi teroris tentu juga tidak ujug-ujug. Ada proses panjang pembusukan akal sehat yang berbasis agama membuat calon teroris semakin terkontaminasi oleh paham radikal.

Jika mau jujur, salah satu faktor penentu dari paham radikal berasal dari oknum ulama atau ustadz. Para ustadz yang sering menebar kebencian dan selalu rasis, seakan dibiarkan.

Apalagi oknum ustadz atau ulama yang cenderung berafiliasi dengan partai tertentu. Jika tidak diatur, dan tidak adanya aturan yang mengikat dengan konsekuensi hukum, para tokoh agama yang model begini selalu akan menyemai bibit-bibit kebencian, radikalisme dan selanjutnya terorisme sampai lebaran onta Indonesia tidak akan Aman.

Seperti halnya Malaysia, negara serumpun ini sudah lama membuat kebijakan Sertifikasi Ulama. Jika ada ulama yang ngawur, akan langsung ditangkap. Keamanan Negara lebih diutamakan.

Sertifikasi Ulama juga penting!







Leave a Reply