Hari pertama di Masjid dan Mushola rame  yang sholat tarawih penuh sesak. Juga hari-hari pertama tidak ada kedai nasi yang buka. Sepertinya, sekali lagi sepertinya, di mana saja semua orang begitu khusuk melakukan ibadah. Melakukan sebuah ritual untuk mengasah diri agar menjadi manusia yang berakhlak.

Lalu sebagaimana biasanya, di Masjid akan dijumpai jadwal dari para pejabat yang akan Safari Ramadhan.







Anak-anak kecil juga begitu bersuka cita di halaman Masjid, Mushola dan Surau. Apalagi ditambah riuhnya pedagang makanan, suasana semakin semarak.

Setelah berjalan waktu, setelah hari ke-7, tepatnya 1 minggu, suasana akan berubah. Masjid yang penuh sesak berangsur berkurang, berangsur sepi. Juga setelah berjalannya waktu, setelah  seminggu, saya akan menjumpai kedai yang ditutup kain. Jika kita mendekat, aroma makanan yang menggugah selera membuat air liur harus ditelan.

Nah, setelah menjelang 30 hari, akan dijumpai spanduk dan tulisan “HARI KEMENANGAN TELAH TIBA”. Katanya sih kemenangan dari melawan hawa nafsu.

Setelah seremoni lebaran usai, ini yang lebih saya “Suka”. Semua kembali sepertI semula. Kembali sepertI sebelum “Bulan Puasa”.

SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU DI BULAN RAMADHAN.







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.