Hari ini  sangat menyebalkan namun juga buat aku tertawa dan senyum sendiri. Bagaimana tidak, dari jambur Bukit Permai, Selayang,aku naik angkutan kota (Angkot) trayek P25 dengan tujuan Simpang Selayang atau bisa juga sampai Simpang Pos saja. Setelah itu nyambung ke Angkot trayek lain dengan tujuan ke Tanjung Morawa.


Namun, karena memang akhir-akhir ne sering banget terbawa kantuk dan kebetulan aku duduk nyaman di samping pak supir, ditambah menikmati musik dan lagu yang mellow, buat mataku semakin ngantuk, akhirnya akupun tertidur pulas.




Lebih kurang 1 jam, aku kaget karena dibangunkan oleh pak supir dan bertanya: “Dek, dek, adek mau ke mana?”

“Ke Amplas, pak,” kataku.

“Aadduuuhhh, ne bukan ke Amplas, dek. Ne ke Namo Rambe,” pak supir juga ikutan kaget.

“Emang udah sampe di mana ne, pak?” tanyaku.

“Udah di stasiun lah,” jawab pak supir.

Sontak mataku tebelalak dan melihat di sekitar. Betapa terkejutnya aku, ternyata sudah sampai ke tempat yang sama sekali belum pernah kujalani.

Lalu aku bilang sama pak supirnya: “Aaddduuhhh, saya ketiduran, pak. Seharusnya tadi saya turun di Simpang Pos.”

“Emang adek mau ke mana?” katanya lagi.

“Mau ke Tanjung Morawa,” pak.

“Oiya lah kalo begitu. Kamu naik Angkot ne lagi lah balik ke sana,” kata supir angkot.

Mau ga mau harus kembali lagi dengan angkot itu. Hanya aku sendiri penumpangnya. Takut ketiduran lagi, aku ajak supirnya ngobrol apa aja. Bener-bener pengalaman yang tak terlupakan dan tak habis pikir. Seumur hidup ga pernah ketiduran di angkot, kali ini benar-benar kecolongan.

Untung supir angkotnya baik, kalau tidak, aku tidak bisa bayangkan apa yang akan terjadi denganku.

Bagi yang sering pergi naik angkot, hati-hati, ya.
Jangan suka tidur di angkot, ntar nyasar kayak aku. Hhahahahaahaha…







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.