Kolom Andi Safiah: IDEOLOGI

0
748

Sulit rasanya tidak membicarakan Islam dalam ruang-ruang publik di Republik Indonesia. Mengapa? Karena Islam adalah ideologi politik yang menempel pada Ideologi Pancasila. Islam punya kitab suci, sementara Pancasila tidak punya kitab suci.

Di sinilah lemahnya Ideologi Pancasila di hadapan Ideologi Islam.




Andai saja Ideologi Komunis tidak dilarang lewat TAP MPR RI, mungkin rakyat Indonesia bisa dengan bebas membaca kitab sucinya yang berjudul Das Kapital, atau Ideologi Kapitalis yang kitab sucinya begitu beragam; salah satunya dikarang oleh Adam Smith “The Wealth Of Nation”.

Ini bagus sebagai alat untuk membangun dialektika dalam ruang-ruang publik. Jika hanya satu Ideologi yang doyan bertengkar atas sesamanya, berarti Ideologi tersebut memang bermasalah secara epistemologi.

Akhirnya yang tetap bertahan dalam kebodohan dan keterbelakangan juga adalah rakyat sebagai warga negara. Mau protes Ideologi Islam salah, dihajar sama Islam. Nggak protes juga bernasib sama.

Lalu, menurut Bapak, ugal-ugalan Indonesia jalan keluarnya bagaimana?

Begini….

Rumus pamungkasnya adalah biarkan semua Ideologi beredar dalam ruang publik. Dari sana dinamika berpikir dari rakyat akan semakin beragam dan luas, bukan melulu gaya Kopas ayat untuk menjawab ayat yang datangnya dari sumber kitab yang sama. Ini bagus agar kita tidak melulu beredar dalam lingkaran kedunguan yang tidak bertepi sampai planet bumi ditinggalkan oleh para homo yang sudah sampai pada level Deus.

#Itusaja!







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.