NATALIE SEMBIRING. MEDAN. Siapa yang tak mengenal Clara Haniyah? Gadis berparas cantik ini merupakan salah satu beauty influencer, selebgram, dan juga youtuber yang berasal dari Medan. Clara mulai dikenal oleh publik saat dirinya mengunggah video tutorial makeup nya ke Youtube yang langsung mendapat respon positif dari kalangan remaja, khususnya di Kota Medan.

Ia sering mengupload konten-konten menarik seputar mak up dan lifestyle di Instagram, maupun akun Youtubenya (Lihat di SINI).




Selain memiliki kemampuan dalam bidang mak up, Clara juga mempunyai salah satu ciri khas unik yang membuatnya berbeda dari selebgram ataupun youtuber lainnya, yakni ia tidak menghilangkan logat atau aksen khas Medan yang dimilikinya. Dapat dilihat dari beberapa video yang diunggahnya ke Youtube, Clara masih sangat kental menggunakan logat Medan dalam berbicara. Hal inilah yang membuat Clara makin disukai oleh banyak orang, terutama remaja di Medan.

“Kalau aku ngomong, logat Medannya itu memang masih kentara sekali. Karena aku memang gak biasa ngomong gaya lebay gitu, karena udah jadi keseharian aku ngomongnya memang begitu. Aku sempat khawatir sih orang pada gak suka sama logat Medanku, tapi ternyata jadi ciri khas tersendiri,” ungkapnya.




Awalnya ia takut dengan mempertahankan logat Medannya, ia jadi tak disukai oleh banyak orang. Namun, berbicara dengan menggunakan logat Medan ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi Clara. Apalagi, penggemar Clara tak hanya berasal  dari kota Medan, melainkan dari berbagai daerah lainnya. Clara mengaku bahwa ia tak nyaman apabila harus berpura-pura memakai bahasa yang terlalu baku dalam berbicara di video yang dia unggah ke Youtube ataupun di berbagai kesempatan lainnya.

Menurut Clara, dengan mempertahankan logat Medannya, akan merasa lebih dekat dengannya melalui caranya berkomunikasi. Ia menganggap bahwa dengan menggunakan logat Medan tersebut, akan terjalin sebuah kenyamanan dan kedekatan antara Clara dengan orang-orang yang menonton videonya. Sebagai seorang beauty influencer, dengan mempertahankan logatnya, ia dapat mengajarkan kepada anak muda agar tidak malu membawa identitas budaya dalam berkomunikasi.

“Senang sih masih pertahanin logatku, gak perlu jaim untuk pakai bahasa yang terlalu baku gitu, karena kalau pake logat Medan aku nyaman ngomong apa saja yang ku suka. Mudah-mudahan menjadi inspirasi positif bagi kalangan muda untuk gak malu memakai logat Medan kita yang khas,” ungkap Clara sambil tersenyum.







Leave a Reply