Apakah anda sering bertemu dengan argumen begini ketika berdiskusi soal agama?

“Jangan salahkan agamanya, tapi salahkan orang yang gagal memahami agama” atau “bukan agamanya yang salah, tapi oknum” atau “semua itu hanyalah konspirasi untuk merusak nama baik agama”.




Jika diterjemahkan dengan pendekatan yang sederhana, maka kita bisa menemukan ada kepanikan psikologis di sana. Kepanikan itu karena, bagi mereka yang selalu mengambil posisi aman dalam agama, adalah mereka yang justru tidak pernah bersentuhan langsung dengan DNA agama.

Jadi argumen daur ulang selalu dijadikan sebagai tempat berlindung. Jelas bahwa sebuah ajaran yang dipercaya oleh manusia telah menjadi alasan utama mengapa mereka bergerak melangkahkan kakinya menuju masjid, misalkan. Jika bukan karena paham atau keyakinannya, maka pilihan tidur atau bermalas-malasan akan lebih baik.




Melempar kesalahan pada Individu, oknum, karena tidak paham agama adalah sebuah sikap mental yang tidak bertanggungjawab. Padahal mereka sadar bahwa motivasi mereka dalam melakukan aksinya jelas karena sebuah paham yang diinstall dalam kesadaran mereka sejak Balita.

Lalu, bagaimana solusi dari persoalan ini menurut anda?

Begini, buatkan arena bebas semacam taman bermain yang dilindungi oleh negara langsung. Ketika ada perdebatan serius, dalam membahas soal agama, tidak langsung dicap secara sepihak oleh agama mayoritas sebagai penistaan, sementara proses diskusi masih berlangsung seru. Biarkan semua jenis ajaran dievaluasi oleh akal sehat manusia, agar kita sebagai bangsa tidak salah pilih aplikasi hidup dalam bernegara.




Jelas sangat fatal ketika negara besar ini salah memilih gaya hidupnya sendiri. Saling bantai antara warga negara hanya karena paham idiots adalah bentuk nyata dari salah Install aplikasi. Menciptakan negara bangsa yang adil, makmur, sehat jasmani dan rohaninya hanya mungkin terjadi lewat pertukaran pengetahuan, bukan pertengkaran doktrin kebenaran agama.

#Itusaja!



Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.